klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

7.000 Warga Tulungagung Ditarget Tervaksin Dosis Kedua dalam 10 Hari

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Percepatan vaksinasi Covid-19 kepada warga Tulungagung terus dilakukan. Bahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung yang merupakan Satgas Covid-19 setempat mentargetkan sebanyak 7.000 warga tervaksin hingga dosis kedua, yang dimulai tanggal 4 Agustus hingga 13 Agustus mendatang.

[irp]

Kabid P2P Dinkes Tulungagung, Didik Eka P mengatakan, pihaknya bersama dengan TNI dan Polri membuka layanan di beberapa gerai vaksin. Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi warga yang jatuh tempo melakukan vaksinasi tahap kedua.

"Kita buka layanan mulai tanggal 4 sampai 13 Agustus di beberapa lokasi, bisa dilihat di pengumuman yang sudah kita sampaikan," jelas Didik yang dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Rabu (4/82021).

Mereka yang bisa mendapatkan vaksin ini adalah warga Tulungagung dan sudah mendapatkan vaksin tahap pertama minimal 28 hari lalu. Jika sudah memenuhi syarat tersebut dengan menunjukkan bukti yang sah, maka mereka bisa mendapatkan vaksin tahap kedua yang dilaksanakan hingga Agustus mendatang di lokasi lokasi yang sudah disediakan.

Informasi ini juga sudah disampaikan kepada warga melalui channel media sosial Dinas Kesehatan, WhatsApp (WA) Group warga yang dibagikan kepada warga Tulungagung.

"Silahkan datang ke lokasi yang terdekat dengan lokasi domisili, bisa dilihat ada di beberapa Puskesmas. Kemudian di gerai vaksin presisi Polri dan TNI," ucapnya.

Didik mengungkapkan, syarat yang diberikan tidak berbeda dengan syarat pemoho vaksin tahap pertama. Pada tahap kedua ini pemohon diharuskan membawa fotokopi KTP dan menunjukkan surat vaksinasi tahap pertama serta dalam keadaan sehat.

"Syaratnya harus dalam keadaan sehat, membawa fotokopi KTP," ungkapnya.

Pihaknya berharap percepatan vaksinasi ini bisa dimaksimalkan oleh warga Tulungagung, yang telah jatuh tempo untuk mendapatkan vaksin tahap kedua. Sehingga vaksinasi lengkap yang diharapkan pemerintah bisa tercapai dan potensi penyebaran Covid-19 bisa diminimalkan. (nul)

Editor :