klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Belajar dari Tukang Galon, Tetap NKRI Harga Mati Meski Sulit di Masa Pandemi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Tukang Galon memasang bendera merah putih di kendaraan bermotornya
Tukang Galon memasang bendera merah putih di kendaraan bermotornya

KLIKJATIM.Com | Gresik — Bangkitkan Semangat juang melawan pandemi Covid-19 tak kunjung usai, warga Gresik kibarkan bendera merah putih. Tidak menyerah, terus berjuang melawan penyebaran virus jahat asal wuhan, China.

[irp]

Bukan hanya masyarakat di kampung-kampung, bendera merah putih ini juga dikibarkan para PKL, sopir angkutan barang juga tukang ojek memilih memasang bendera merah putih sebagai simbol tidak menyerah akan pandemi yang terus menyelimuti.

Sementara di Kecamatan Manyar, Ahmad (25) warga Dusun Sekarsari, Desa Sukomulyo, seorang tukang antar galon air mineral keliling mengibarkan bendera merah putih diatas kendaraan bermotor roda tiganya.

Mengais rejeki memasuki kampung yang satu ke kampung lainnya, ia sengaja Sang Dwi Warna merah putih berkibar seakan semangat juang 45 tak pernah padam didadanya.

Ia mengaku memang terdampak pandemi Covid-19 yang belum juga berlalu ini. Tapi dia tidak mau menyerah, roda ekonomi harus tetap berjalan.

”Pengantar air galon keliling seperti saya memang terdampak pandemi ini. Tapi saya tidak akan menyerah, dan berdoa semoga wabah Covid-19 segera sirna,”ujar Ahmad, Selasa (3/8/2021).

Ahmad mengatakan, dirinya bersama pelaku usaha kecil lainnya mengibarkan bendera merah putih ini untuk menggelorakan semangat bersama memerangi pandemi Covid-19. Ia bahkan menyadari bahwa kebijakan pemerintah dibuat sebagai ikhtiyar mengakhiri pandemi berkepanjangan ini.

Apa yang dilakukan oleh Ahmad ini mendapat apresiasi dari Kapolsek Manyar AKP Bima Sakti Pria Laksana saat melakukan patroli Kamtibmas.

”Yang dilakukan masyarakat ini layak kita apresiasi. Membangkitkan semangat bagi semua pihak agar tidak menyerah. Terus berjuang melawan pandemi Covid-19,” kata AKP Bima Sakti.

Alumni Akpol 2013 itu juga menjelaskan, bahwa operasi yustisi yang selama ini dilakukan Satgas Gabungan Tiga Pilar Manyar bukanlah untuk menghentikan akfitas masyarakat mengais rezeki. Kata Bima, melainkan hanya membatasi mobilitas masyarakat agar tidak berkerumun.

Dia juga mengajak masyarakat dengan kesadaran disiplin mematuhi protokol kesehatan tanpa harus diawasi.

Menurutnya, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas serta menghindari makan bersama adalah hal yang bisa dilakukan masyarakat saat ini untuk menghindari paparan virus corona yang telah bermutasi menjadi varian baru.

”Meskipun sudah divaksin tetap harus menerapkan protokol kesehatan,”  tandasnya. (bro)

Editor :