KLIKJATIM.Com | Gresik - Di tengah hantaman pandemi hingga saat ini, Bea Cukai terus bergerak aktif dalam mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia. Salahsatu upaya yang dilakukan adalah dengan mendorong Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM) membentuk unit khusus yang bisa mempercepat pemasaran ke luar negeri.
[irp]
"Upaya Bea Cukai telah dilakukan sejak 2017 dengan membentuk Klinik Ekspor yang memberikan pemahaman dan informasi terkait ekspor kepada usaha-usaha yang ingin memasuki pasar internasional. Dalam Klinik Ekspor ini kami berharap UMKM yang awalnya berorientasi pada penjualan lokal dapat meningkatkan pasar hingga ke pasar internasional dan berorientasi pada ekspor," kata Askolani, Direktur Jenderal Bea Cukai dalam dalam webinar bertajuk Revitalisasi Ekspor UMKM Bridging To The WorldRabu (21/07/2021) .
Dalam kegiatan yang diikuti ratusan perwakilan kantor Bea Cukai di seluruh Indonesia juga memaparkan sejumlah pemateri. Di antaranya Nugroho Wahyu Widodo, Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai.
Menurut Pak Noeg, panggilan akrab Nugroho Wahyu Widodo, peran Bea Cukai sangat penting dalam mendukung perekonomian Indonesia melalui UMKM. Berdasarkan data tahun 2018, UMKM yang sekarang sangat terpukul di masa pandemi covid-19 ini memiliki kontribusi 60% terhadap PDB, 50% investasi dan menyerap 97% tenaga kerja secara nasional.
Pemateri lainnya adalah Bier Budi Kismulyanto, Kepala Kantor Bea Cukai Gresik. Pejabat murah senyum ini memaparkan Kinerja Klinik Ekspor Giri Nata Bea Cukai Gresik. Sejak dibentuk, Klinik Ekspor Giri Nata ini sudah berhasil mendampingi UMKM memasarkan produknya di pasar internasional.
"Kami mengantarkan puluhan perajin sarung tenun dan batik di Desa Wedani Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, memasarkan hasil produksinya ke sejumlah negara Timur Tengah dan Asia Tenggara. Pendampingan terus kami lakukan meski di awal-awalnya menemui kesulitan. Namun dengan bertahap akhirnya para perajin sarung tenun ini bisa mengekspor produknya dan desanya mendapat titel sebagai Desa Devisa," kata Bier Budi Kismuljanto.
Keberhasilan ini juga mendorong Kementerian Desa PDT menjadikan Desa Wedani sebagai desa percontohan bagi desa lainnya di Indonesia. Bahkan Menteri Desa PDT, Abdul Halim Iskandar saat mengunjungi Desa Wedani mengajak seluruh kepala desa untuk meningkatkan produktifitas unggulan desanya agar bisa diekspor.
"Nanti dibantu teman-teman dari Bea Cukai, DIperindagkop masing-masing kabupaten, kami ingin semua desa maju dan bisa mengekspor hasil kerajiannya hingga menembus pasar dunia,"kata Bier Budi Kismuljanto mengutip pernyataan Menteri Desa PDT saat hadir dalam acara di Desa Wedani yang digelar DPRD Gresik bersama Kantor Bea Cukai Gresik dan media Klikjatim.com pada Sabtu 26 Juni 2021 silam.
Sementara itu Maqin U. Noorhadi, Direktur Pelaksana II Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebagai pemateri selanjutnya mengulas dukungan UMKM binaan Bea Cukai dalam bidang pendanaan untuk siap bersaing di pasar global.
Dengan pelaksanaan webinar ini diharapkan Kantor Bea Cukai di seluruh Indonesia dapat menggali potensi UMKM di wilayah pengawasannya dengan melakukan asistensi agar dapat melakukan ekspor produknya di pasar global sebagai kompensasi permintaan domestik yang menurun karena pandemi. Hal ini tentunya akan membantu pemulihan perekonomian Indonesia agar tumbuh lebih optimal.Revitalisasi Ekspor UMKM
Dikatakan, UMKM merupakan salah satu yang terdampak dari adanya pandemi dan penurunan ekonomi. Usaha-usaha yang menggantungkan penghasilan dari penjualan lokal ini, mengalami kesulitan dalam mempertahankan usahanya.
Selain itu, beberapa UMKM merupakan usaha padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja, sehingga mempengaruhi hidup banyak orang. Sebagian UMKM dapat bertahan di tengah pandemi karena orientasi mereka tidak hanya dari penjualan lokal tetapi juga dari penjualan luar negeri. (ris)
Editor : Abdul Aziz Qomar