KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Dugaan tidak terawatnya gedung DPRD Kabupaten Pasuruan jadi perhatian publik. Bahkan salah satu pengacara asal Surabaya khawatir dengan tidak maksimalnya perawatan ini, justru dimanfaatkan oleh oknum yang coba-coba bermain dengan penggunaan anggaran pemeliharaan dan perawatan gedung wakil rakyat tersebut.
[irp]
"Kita menduga (khawatir) ada dugaan kuat penyelewengan anggaran perawatan dan pemeliharaan gedung DPRD Kabupaten Pasuruan," kata Sucipto, salah satu pengacara Surabaya kepada klikjatim.com, Kamis (1/7/2021).
Kekhawatiran itu tanpa alasan. Menurutnya, dengan melihat dikeprasnya anggaran perawatan gedung hingga nol persen tersebut dinilai tak wajar. "Lalu, lari kemana anggaran perawatan gedung," ujarnya dengan nada tanya.
Nah, dengan kondisi tersebut sehingga muncul dugaan dalam penggunaan anggaran dan pemeliharaan gedung DPRD Kabupaten Pasuruan ada penyelewengan. Karena itu, Aparat Penegak Hukum (APH) diharapkan bisa menelusuri proses awal penganggarannya.
"Kalau pun anggaran perawatan dikepras untuk penanganan pandemi Covid-19, tentunya ada dasar hukumnya serta penggunaan pengaliannya," lanjutnya.
Perlu diketahui sebelumnya, Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan mengaku ditelikung oleh sekretariat dan para pimpinan dewan terkait pembahasan penganggaran pemeliharaan dan perawatan gedung. Bahkan, komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan ini merasa heran karena Sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan merupakan mitra kerja komisinya. (nul)
Editor : Redaksi