klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Semester I/2021, Pasar Premium Masih Ada, Namun Properti Dibawah Rp 400 Juta Dominasi Penjualan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Dari kiri Roby, Ray White Indonesia, Irawan Direktur Ray White Citraland dan Lidya
Dari kiri Roby, Ray White Indonesia, Irawan Direktur Ray White Citraland dan Lidya

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Penjualan rumah di semester I/2021 tampaknya masih didominasi oleh hunian dengan harga di bawah Rp 400 juta dengan persentase mencapai 32 persen. Kendati demikian, Hunian premium di atas Rp 5 miliar pasarnya masih  ada peminat meski angka persentasenya kecil sekitar 2,5 persen. 

[irp]

"Komposisi penjualan rumah dibawa harga Rp 400 juta sebenarnya tidak berubah dengan tahun 2020 lalu.  Justru yang mengalami peningkatan terjadi di segemen rumah di kisaran harga Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar yang semester I/2021 ini tumbuh sekitar 12,5 persen," kata Roby, Country Manager Ray White Indonesia dalam paparannya pada Anual Award Ray White Citraland di Hotel Deka Surabaya, Selasa (8/6/2021).

Dikatakan, selama pandemi ini, perilaku pasar properti cenderung tidak banyak berubah. Hampir 62 persen segemen pembeli memiliki rumah untuk dihuni. Sementara sisanya adalah membeli rumah untuk instrumen investasi.

"Itu mengapa segemen rumah di harga di bawah Rp 400 juta yang dominan terjual, karena pembeli memiliki rumah untukl dihuni. Mereka ini adalah pembeli milenial atau keluarga muda yang memilih membeli rumah kecil dibanding harus mengontrak atau ikut orang tua dan mertua. Kalau rumah tipe premium memang mayoritas dipakai sebagai investasi,"imbuh Roby.

Dikatakan,  perilaku pembeli rumah di era pandemi sejak 2020 lalu, memang terjadi pergeseran skema pembayaran. Pembelian melalui cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) mendominasi hampir 88 persen dibanding sistem cash keras dan inhouse.

"Yang pasti kami memperkirakan pasar properti di Semester II/2021 akan mengalami pertumbuhan. Apalagi jika pemerintah mempertahankan pemberian stimulus pajak PPN yang akan berakhir Agustus 2021 mendatang. Sebab, pembebasan PPN untuk rumah di harga Rp 2 miliar memberi dorongan positif bagi penjualan rumah selama Semester I/2021,"jelas Country Manager Ray White Indonesia ini.

[caption id="attachment_67619" align="alignnone" width="300"] Irawan Direktur Ray White Citraland (kiri) menyerahkan penghargaan kepada Majidanor Thoriq, Dirut Keluarga Sejahtera Group, Developer perumahan Golden East Kebomas dan Menganti Gresik[/caption]

Di tempat yang sama, Irawan, Direktur Ray White CItraland Surabaya sependapat, jika penjualan rumah pada Semster I/2021 terbantu oleh kebijakan pemerintah terkait pembebasan pajak PPN untuk pembelian rumah. Dia merasakan seluruh agen properti di bawah Ray White Citraland mampu memenuhi target penjualan sejak situmulus pajak tersebut diterapkan.

"Itu kenapa di semster I/2021 agen-agen properti kami banyak yang melakukan closing. Ditambah produk properti yang ditawarkan oleh developer juga diminati konsumen karena lokasinya bagus, kualitas baik serta dekat dengan sejumlah fasilitas layanan umum, sekolah dan pemerintah,"tandas Irawan.

Irawan memprediksi, penjualan properti di Semester II/2021 bakal bisa melebihi Semester I/2021. Harapan ini didasarkan karena pasar properti cukup lama tertekan sejak awal 2020 karena pandemi Covid. Sehingga di Semester depan hingga awal 2022, pasar properti akan tumbuh lagi seperti sebelum pandemi,"terang dia.

Sementara itu Majidannor Thoriq, Bos Keluarga Sejahtera Group, pengembang Golde East Kebomas dan Menganti Gresik ini mengakui, penjualan rumah di Semester I/2021 ini melesat dibanding 2020 silam. Rumah yang ditawarkan di kiasaran harga Rp 300 juta hingga Rp 600 juta banyak menjadi incaran pembeli. Dengan dibantu agen pemasaran Ray White Citraland, penjualan properti mengalami kenaikan hingga 60 persen dibanding 2020 lalu.

"Selama pandemi 2020 lalu ada pembeli namun yang pasti turun dibanding 2019. Nah di Semester I/2021 ini mengalami kenaikan luar biasa. Apalagi ada kebijakan pemerintah terkait stimulus pajak dan agen pemasaran yang agresif menawarkan rumah ready unit menjadikan penjualan naik hingga 60 persen dibanding tahun 2020,"terang Majidanor Throiq. (ris)        

Editor :