klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Siapkan Generasi Emas 2045, Kasus Stunting di Jatim Jadi Perhatian Serius

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Ketua TP PKK Provinsi Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak mengungkapkan, berdasarkan data dari World Bank sebanyak 54 persen dari usia angkatan kerja saat ini mengalami stunting di masa bayinya. Artinya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah.

[irp]

Dan prevalensi stunting adalah masalah perkembangan yang krusial untuk segera dientaskan. Pasalnya, kekurangan gizi kronis pada balita diperkirakan akan menghambat momentum generasi emas Indonesia 2045.

Apalagi masalah stunting bukan hanya mempengaruhi tumbuh kembang di masa balita saja, tetapi juga saat menginjak dewasa. Hal ini peran PKK sangat signifikan dalam upaya menurunkan stunting.

"Di Jatim ini banyak sekali desa dan kelurahan yang jumlahnya mencapai 8.501. Masing-masing punya kelompok PKK yang diurus 10-15 orang. Nah, ini akan sangat membantu kita untuk menurunkan prevalensi stunting di Jatim," ujar Arumi, Selasa (1/6/2021).

Selain itu, TP PKK Jatim juga berkolaborasi dengan BKKBN Perwakilan Jatim. Dari kerja sama itu muncul sejumlah program yang ditargetkan untuk para ibu dan ayah, serta calon orang tua.

"Salah satu akar masalah ini adalah ketidaktahuan orang tua. Mereka selalu memberi makan, tetapi tidak semua orang tua menerima paparan soal apa itu gizi yang seimbang. Ada juga anak-anak yang diasuh oleh nenek kakek mereka, yang hanya memberi makanan yang diinginkan cucunya karena tidak tega," jelas Arumi.

Tak hanya itu. Program yang diperuntukkan bagi calon orang tua adalah program prakonsepsi. Jika program penyuluhan difokuskan pada orang tua yang sudah memiliki anak, maka prakonsepsi pada mereka yang sedang berencana memiliki momongan.

Program prakonsepsi ini tidak berat. Bersama BKKBN, calon ibu dianjurkan meminum asam folat, memeriksa hemoglobin dan konsumsi tablet tambah darah. Sedangkan para suami diimbau untuk mengurangi rokok dan minum zinc.

"Prakonsepsi itu sangat murah, calon ibu hanya minum asam folat, periksa hb (hemoglobin), minum tablet tambah darah gratis kalau di Puskesmas, biaya untuk persiapannya tidak lebih Rp 20.000. Sementara suami hanya perlu mengurangi rokoknya, kemudian suami minum zinc supaya spermanya bagus," sarannya. (nul)

Editor :