KLIKJATIM.Com | Surabaya - Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya hari ini meresmikan lembaga baru yang fokus melakukan penelitan dan survei. Lembaga bernama UINSA Poll And Research Center itu nantinya ikut berpartisipasi dalam penelitian politik praktis dan pemilu. Rabu (20/11/2019) siang di Gedung Twin Tower Uinsa Surabaya, lembaga baru ini diresmikan.
[irp]
Direktur UINSA Poll And Reseach, Rubaidi mengungkapkan, pendirian lembaga baru ini untuk menjawab tantangan riset dan survei politik maupun sosial kemasyarakatan. Lembaga ini juga akan mempertahankan independensi dalam melakukan riset politik.
“Lembaga ini terjamin independensi dan kredibilitasnya dalam riset-riset sosial politik, kebijakan publik, pendidikan politik, isu politik mutakhir dan pengembangan sistem politik Indonesia. Lembaga ini langsung berada dibawah naungan Universitas,” terang Rubaidi pada awak media yang hadir.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UINSA Surabaya, Sahid menyatakan, kampus Islam negeri ini punya tanggung jawab moral sosial dan politik. Sehingga harus ikut merespon isu-isu politik, isu sosial kemasyarakatan yang berkembang akhir-akhir ini.
“Lembaga akademik juga harus turun dalam persoalan ini, peran kita untuk melakukan pendidikan politik pada masyarakat juga harus dilakukan, salah satunya melalui lembaga yang kami beri nama UINSA Poll And Reserch," papar mantan Dekan Fakultas Syariah UINSA Surabaya ini.
[irp]
Lebih lanjut, Sahid mengatakan UINSA Poll and Reserch sebagai lembaga survei akan menyajikan data-data yang terukur, akurat dan berkualitas. Selain itu, lembaga ini memakai metodologi yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan akademis.
“Data-data dan temuan yang disajikan terukur dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun akademis,” tegasnya.
UINSA Poll and Reserch tidak hanya melakukan survei dalam isu politik praktis dan hal yang berkaitan dengan pemilu saja. Uinsa Poll and Research juga akan berpartisipasi melakukan survei atau riset dalam hal radikalisme dan isu sosial kemasyarakatan lainnya. (nk/bro)
Editor : Redaksi