KLIKJATIM.Com | Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima Lencana Kehormatan Asthabrata dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK).
[irp]Lencana ini secara khusus diberikan kepada Khofifah sebagai penasehat IKAPTK Jatim, dan diserahkan langsung oleh Dirjen Otda Kemendagri sekaligus Ketua DPN IKAPTK Akmal Malik di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (9/4/2021) malam.
Penyematan lencana tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Pembinaan Profesi Kepamongprajaan serta Launching Buku Sang Guru Pamong yang dilaksanakan secara offline dan online.Khofifah berterimakasih dan apresiasi atas penganugerahan Lencana Kehormatan Asthabrata. Menurutnya, lencana itu adalah mandat, amanat yang akan menjadi penguat dirinya dalam membimbing dan membina para alumni IPDN yang tergabung dalam IKAPTK. Utamanya, bagi alumni yang bertugas di semua lini Provinsi Jatim.
"Seorang ibu biasanya akan selalu mendoakan putra-putrinya, dan memberikan kasih sayang pada putra-putrinya, tapi seorang ibu juga akan mengingatkan jika putra-putrinya memang harus diluruskan," ungkap Khofifah.
Dalam rangka meningkatkan kinerja IKAPTK agar semakin produktif dan inovatif, Khofifah menawarkan peluang mengembangkan usaha sentra durian dan ikan di Jatim. Dimana, kedua peluang usaha ini bisa segera dibuat action plannya.
Soal peluang usaha sentra durian, Khofifah menjelaskan, meskipun terdapat 58 durian unggulan di Jatim, namun belum terdapat sentra seperti Durian Ucok seperti di Medan, Sumatera Utara atau sentra durian di Makassar.
"Tantangan dan tawaran yang bisa dilakukan IKAPTK, ada 58 durian unggulan di Jatim. Ada di Wonosalam, Banyuwangi, Lumajang dan sebagainya. Jaringan IKAPTK di berbagai kecamatan bahkan kelurahan. Pasti mudah digerakkan untuk menemukenali bibit unggulan dan andalan di daerahnya," katanya.
Menurut Khofifah, melihat potensi durian yang begitu besar di Jatim, diperlukan tempat atau sentra pengembangannya yang bisa dijadikan tempat berdiskusi serta sekedar bercengkrama bersama. Sebagai contoh bisa di Surabaya Raya dan Malang Raya. "Surabaya Raya dan Malang Raya merupakan sentra mobilitas masyarakat dari banyak entitas," ujar Khofifah.
Terkait sentra ikan, IKAPTK bisa mengembangkan seperti yang ada di berbagai tempat. Dalam usahanya, sentra usaha ini bisa menawarkan ikan bakar, ikan asap atau ikan goreng sederhana tetapi daya tariknya luar biasa.
"Skala UKM saja sehingga saham anggota tidak terlalu besar. Misalnya bisa di inisiasi seperti di daerah Kenjeran Surabaya. Cari konsultan profesional sehingga tidak boleh mengganggu tugas utama sebagai pamong praja," jelasnya.
"Di sini ada Pasar Ikan Pabean rame dan padat dikunjungi. Tetapi untuk mendapatkan kuliner serba ikan segar masih minim. Ini jadi peluang bagi para alumni IKAPTK," imbuhnya.
Selain itu, Khofifah juga menyampaikan peluang pengembangan yang bisa dilakukan IKAPTK yaitu komoditas kopi dan kakao di Jatim. Apalagi Puslit Kopi dan Kakao juga berada di Jatim. "Kita sangat berharap dengan berbagai peluang usaha yang di Jatim, IKAPTK di Jatim bisa semakin produktif dalam bekerja, inovatif dan kreatif. Sehingga, juga bisa ikut membangun perekonomian di Jatim lebih signifikan," urainya.
Sementara Ketua DPN IKAPTK Akmal Malik mengatakan, IKAPTK perlu melakukan penguatan di sektor ekonomi. Bahkan, pihaknya telah membuka warung IKAPTK di 33 ibu kota provinsi di Indonesia.
"Untuk memajukan ekonomi IKAPTK, maka kami menantang DPP IKAPTK di 33 ibu kota provinsi di Indonesia memiliki usaha. Ini penting, karena selain untuk memajukan ekonomi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat khususnya bagi alumni yang sudah purna bhakti," urainya.
Selain itu, Akmal Malik juga mengajak IKAPTK Jatim untuk ikut bergerak bersama menangani stunting di Jatim dengan melibatkan PKK. Ini penting, karena IKAPTK memiliki elemen penunjang mulai dari level provinsi hingga ke kelurahan.
"Saya ingin gerakan bersama bagi IKAPTK yang pertama adalah mengurangi angka stunting di Jatim. Dengan melibatkan PKK, Dekranasda, atau berbagai pihak agar kita berkontribusi secara nyata bagi Jatim kedepannya. Jadi saya harapkan IKAPTK bisa menjadi kekuatan dan elemen membangun Jatim. Tentunya, dengan mengedepankan nilai-nilai kepamongprajaan," pungkasnya. (ris)
Editor : Redaksi
Bensin Eceran Langka, Antrean Pertalite di Sejumlah SPBU Sumenep Meningkat
KLIKJATIM.Com | Sumenep – Antrean kendaraan roda dua terlihat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep, Selasa (…
Balon Udara yang Diduga Bermuatan Petasan Meledak di Atap Rumah Warga Gresik, Dua Orang Terluka Ringan
KLIKJATIM.Com | Gresik – Sebuah balon udara yang diduga membawa petasan meledak setelah jatuh di atas atap rumah warga di Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, K…
Polres Gresik Siagakan Pengamanan Suroan Agung 2026, Warga Diimbau Jaga Kondusivitas
KLIKJATIM.Com | Gresik – Polres Gresik memperkuat pengamanan menjelang pelaksanaan Suroan Agung 2026 yang bertepatan dengan peringatan Malam 1 Suro pada Selasa …
Lantik 10 Pejabat Baru, Menaker Yassierli Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola Akuntabel
KLIKJATIM.Com | Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi melantik sepuluh pejabat baru di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan…
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Patra Logistik Gelar Santunan dan Doa Bersama Anak Panti Asuhan Nurul Iman Mentas
KLIKJATIM.Com | Jakarta – Menyambut momentum sakral Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, PT Patra Logistik…
Pandangan Terhalang Kabut? Ini Tips Berkendara Aman Menggunakan Motor Matic dari MPM Honda Jatim
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Fenomena kabut yang kerap muncul pada pagi hari maupun saat melintasi kawasan pegunungan sering kali menjadi…