klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Di Tulungagung, Petugas Razia Lapas Temukan HP dan Benda Tajam

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Sejumlah barang ditemukan petugas dari dalam Lapas Tulungagung. (ist)
Sejumlah barang ditemukan petugas dari dalam Lapas Tulungagung. (ist)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Puluhan petugas gabungan dari Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Polisi, TNI, hingga anggota Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung melakukan razia skala besar pada Selasa (6/4/2021) malam. Sasaran dalam razia ini mencari barang bawaan warga binaan yang tidak diperbolehkan di dalam Lapas, terutama narkotika.

[irp]

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tulungagung, Tunggul Buwono mengatakan, hasil dari razia kali ini ditemukan dua buah handphone (HP), belasan korek gas, aneka benda tajam seperti cutter, gagang sikat gigi yang diruncingkan dan paku hingga logam yang diasah.

"Sasaran kita memang penyalahgunaan Narkotika oleh warga binaan, tapi hasil razia kali ini tidak ditemukan Narkotika di dalam Lapas," ujar Tunggul Buwono.

Hingga berita ini dituliskan, Kalapas belum dapat memastikan dari mana dua buah HP tersebut bisa masuk ke dalam Lapas? Pihaknya sekarang masih mendalami dan berupaya untuk mencegah barang serupa bisa masuk ke dalam Lapas lagi.

"Akan kita dalami darimana barang barang ini berasal," ucapnya.

Razia rutin sebenarnya dilakukan sekali dalam sebulan. Sedangkan razia yang bersifat insidentil (dadakan) bisa dilakukan 2 sampai 3 kali setiap minggunya.

Sementara itu Kepala BNNK Tulungagung, AKBP Sudirman mengungkapkan, dalam pelaksanaan razia ini dilakukan secara acak kepada 18 warga binaan kasus narkotika untuk mengikuti test urine. "Kita pilih acak 18 warga binaan kasus narkotika, tapi hasilnya negatif semua," ungkapnya.

Sudirman menegaskan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Lapas untuk memutus peredaran gelap narkotika di dalam Lapas setempat. Termasuk dengan memberikan ruang kepada warga binaan untuk mengikuti rehabilitasi sebagai proses penyembuhan atas ketergantungan narkotika.

“Ada sejumlah napi (narapidana) narkotika yang kami rehabilitasi. Tujuannya agar ketergantungan mereka kepada narkotika bisa berkurang,” pungkas Sudirman. (nul)

Editor :