KLIKJATIM.Com | Surabaya - NU nampaknya tak ingin ketinggalan kereta dalam kontestasi pemilihan wali kota Surabaya 2020. Ini dibuktikan dengan munculnya sejumlah nama dari kalangan NU sebagai bakal calon wali kota. Ada Zahrul Azhar Asad atau yang akrab disapa Gus Hans, yang mendapat dukungan ormas Bara JP.
Lia Isthifama yang juga keponakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa. Lia bahkan telah mendaftar di penjaringan yang digelar PDI Perjuangan.
[irp]
Terbaru Dwi Astutik yang telah mengembalikan formulir pendaftaran ke DPC Gerindra. Kader Muslimat ini optimis dapat dukungan dari Partai Gerindra.
Dosen di salah satu Kampus di surabaya tersebut mengembalikan formulir pendaftarannya di kantor DPC Gerindra Jl Gayungan Surabaya pada, Jum'at (15/11/19) malam.
Ia mengungkapkan, berkas persyaratan dan kelengkapan pencalonan telah diterima oleh DPC Partai Gerindra Surabaya yang diwakili oleh Ketua tim penjaringan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Bagiyon.
"Alhamdulillah, semua persyaratan yang menjadi ketentuan pendaftaran telah terkumpul, dan saya serahkan ke DPC Partai Gerindra Kota Surabaya.
[irp]
Selanjutnya, kami siap mengikuti ketentuan yang berlaku (di Partai Gerindra)," kata Dwi Astutik saat di temui klikjatim.com di lokasi.
Kader Muslimat Jatim tersebut juga mengatakan, langkah kakinya untuk maju menjadi bakal calon Walikota Surabaya mendapat respons positif bahkan dukungan sepenuhnya dari 31 PAC partai politik yang dikomandani oleh Prabowo Subianto itu.
"Saya bersyukur ternyata elemen partai yang paling bawah yakni 31 PAC di Kota Surabaya, merestui dan memberikan dukungan. Itu tadi ditandai dengan membubuhkan tanda tangan dan surat pernyataan dukungan," terangnya.
Selanjutnya, untuk menambah kekuatan partai pengusung, Ia mengaku telah menjalin komunikasi dengan delapan parpol. Dengan 10 kursi partai pengusung meski terbilang sedikit, tapi sangat lumayan dan efektif mengantar dirinya ke kursi Walikota Surabaya.
Apalagi jika ditambah Partai Gerindra yang memiliki 5 kursi.
"Insya Allah, gerbong Muslimat dan Pendidikan juga siap mendukung. Lobi-lobi dan silaturahmi juga terus dilakukan termasuk ke partai lainnya. Itu untuk menuju rekom sampai tingkat DPP," jelasnya.
Sementara itu, Bagiyon selaku Ketua penjaringan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya dari partai Gerindra mengungkapkan kelengkapan persyaratan yang diserahkan Dwi Astutik dinyatakan cukup.
Selanjutnya, instrumen isian essay, strategi pemenangan dan lainnya akan menjadi kajian partai sebelum menuju fit and proper test termasuk pembiayaan.
"Untuk kapasitas kita tidak meragukan lagi, dan elektabilitas juga bisa dilihat sendiri. Selanjutnya, menjadi kewenangan DPP untuk memverifikasi. Masih ada kesempatan bagi Dwi Astuti untuk meningkatkan Chemistry. Termasuk juga menentukan pasangan. Karena, Partai Gerindra selain siap menyokong kemenangan juga siap dengan koalisi lima besar, dan mengikuti ketentuan," ujar Bagiyon.
Untuk selanjutnya, yakni verifikasi, scoring dan lainnya menjadi kewenangan DPP. Untuk diketahui, ada 18 formulir yang diambil oleh calon. Sementara, dari jumlah itu ada 11 formulir yang kembali dengan kelengkapan persyaratan, termasuk Dwi Astuti.
"Hari ini (Jumat malam), memang ditutup. Tetapi, tidak tertutup kemungkinan masih ada kesempatan dan tergantung DPP," tandasnya. (nk/rtn)
Editor : Redaksi