klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Akses Masuk ke MTSN 2 Pasuruan 'Dihalangi' Tembok, Ternyata Gara-gara Ini

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Tampak bangunan tembok pembatas di depan pintu gerbang masuk ke MTSN 2 Pasuruan. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)
Tampak bangunan tembok pembatas di depan pintu gerbang masuk ke MTSN 2 Pasuruan. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Pemerintahan Desa (Pemdes) Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, terpaksa membangun tembok pembatas tepat di depan gerbang masuk ke MTs Negeri 2 Pasuruan. Akibatnya, akses masuk terutama untuk kendaraan pun terhalang dengan ketinggian tembok pembatas yang dibangun.

[irp]

Penutupan akses tersebut bukan tanpa alasan. Namun karena pembangunan gedung sekolah di Dusun Nampes, Desa Nogosari tersebut tidak dilengkapi saluran air atau gorong-gorong. Sehingga kondisi demikian akan memicu terjadinya luberan air ke lapangan dan mengganggu pemilik lahan lainnya.

"Iya benar saya suruh tembok depan sekolahan. Agar air tidak meluber ke tempat lainnya," kata Kades Nogosari, Wahyudi saat dikonfirmasi via selulernya, Sabtu (3/4/2021).

Wahyudi mengaku, pihaknya sebelum memutuskan untuk menembok telah dilakukan koordinasi. Yaitu dengan mengirimkan surat peringatan kepada pihak sekolah. "Setahun lalu saya sudah layangkan surat peringatan kepada pihak sekolah (MTS Negeri 2 Pasuruan) agar membuat saluran air. Tapi tidak digubris," tambahnya.

Lebih lanjut, dirinya pun merasa heran terkait pembangunan gedung sekolah yang tidak dilengkapi saluran air. "Yang salah arsitekturnya atau siapa, bangun gedung kok tidak ada saluran air," sindirnya.

Suyadi, salah satu warga Nogosari telah mengapresiasi dan mendukung langkah Kades Wahyudi tersebut. Dengan keberaniannya, bahkan ia disebut-sebut merupakan motor penggerak perubahan di Desa Nogosari.

"Di desa ini diperlukan sosok pemimpin tegas," ucapnya.

Melalui semangat dan tangan dinginnya, sosok Kades Wahyudi terbukti mampu menyulap Desa Nogosari yang dulunya terbelakang menjadi desa gemilang. Tentu dengan segudang prestasi yang diraihnya. (nul)

Editor :