KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Kondisi jalan rusak di Kabupaten Ponorogo bertambah banyak. Dibandingkan tahun lalu tercatat sekitar 18 persen, kini meningkat menjadi 36 persen.
[irp]
Angka ini sesuai data yang dimiliki Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pengambangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Ponorogo. "Yang jelas kalau kita berkaca tahun 2019-2020 lalu, infrastruktur kita dalam kondisi yang baik 82 persen menjadi (sekarang) 64 persen. Meluncur sangat tinggi," ungkap Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Ponorogo, Sumarno, Senin (22/3/2021).
Untuk data jalan kabupaten secara keseluruhan sepanjang 916 km, dan poros 700 km. Sehingga totalnya 1.616 km. Dari data tersebut tercatat 64 persen di antaranya dalam kondisi baik dan 38 persen kurang baik alias rusak.
Artinya, jalan dalam kondisi baik sepanjang 1.024 kilometer. Sedangkan yang rusak ada sekitar 566 kilometer.
"Pengurangannya ada di pemeliharaan jalan, pembangunan jalan baik hot mix, talud dan sebagainya," lanjutnya.
Dijelaskannya, mayoritas pengurangan pembangunan jalan yang dilakukan adalah jalan poros desa. Misalnya saja usulannya ada di 2 titik (perbaikan jalan), sekarang rata-rata menjadi satu titik.
"Sudah disurvei juga dari dinas PU, mereka memberikan masukan ke kami bahwa jalan yang diusulkan (untuk diperbaiki) kondisinya masih memungkinkan untuk tidak dibangun," tegasnya.
Menurutnya, semakin banyaknya jalan rusak karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ponorogo untuk pemeliharaan fisik juga berkurang hampir 50 persen. Karena dialihkan untuk refocusing penanganan Covid-19.
Dari alokasi Rp 102 miliar, anggaran untuk pembangunan fisik berkurang sebanyak Rp 41 miliar. "Ya mau gimana lagi," pungkasnya. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad