klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Polisi di Pacitan Rela Jadi Kurir Makanan Warga Isolasi Mandiri, Bagaimana Ceritanya?

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Bripka Rifain berbelanja untuk warga yang isolasi mandiri. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)
Bripka Rifain berbelanja untuk warga yang isolasi mandiri. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pacitan - Berawal dari rasa prihatin melihat nasib warga yang biasanya dikucilkan saat menjalani isolasi mandiri (Isoman) karena terpapar Covid-19, telah membuat hati seorang Bripka Rifain tergerak. Anggota Polsek Arjosari, Pacitan yang merupakan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) tersebut pun berinisiatif menjadi kurir makanan bagi warga yang menjalani isoman. Sejak itulah, dia mempunyai tugas baru untuk mengirimkan berbagai kebutuhan makanan yang sebelumnya sudah dipesan melalui pesan singkat (SMS/WhatsApp). 

[irp]

Bagaimana ceritanya?

Kini, aktivitas polisi berusia 38 tahun ini setiap hari harus pergi ke pasar. Dia berbelanja bukan untuk dirinya ataupun keluarga. Namun berbelanja untuk warga yang sedang menjalani isoman.

"Saya sengaja memberikan pelayanan terhadap warga yang isolasi mandiri. Karena kasihan," ujar Bripka Rifain, Sabtu (13/3/2021). 

Dirinya pun merasa terpanggil, setelah mengetahui bahwa kebanyakan warga yang sedang menjalani isoman masih terkesan dikucilkan di lingkungan sekitarnya. Juga merasa 'terpenjara' dalam rumah karena tidak boleh keluar.

"Bahkan membeli kebutuhan juga sulit. Akhirnya warga yang isolasi mandiri bisa kirim WhatsApp atau SMS ke Satgas (Satuan Gugus Tugas). Nanti Saya yang antar," katanya.

Dia sangat sadar bahwa aktivitas yang dijalaninya sekarang memang rawan terpapar Covid-19. Namun, dia mengaku tetap harus mendistribusikan pesanan karena kasihan. "Saya antar sampai depan rumah. Saya cantolkan (ditaruh) di pintu," tegasnya. 

Walaupun secara geografis rumah warga ada di perbukitan yang terjal, tapi dia tetap rela harus melewati sungai atau jalan setapak yang hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki. "Dengan begini kan bisa sedikit mengurangi beban kebutuhan makanan untuk yang menjalani isolasi," bebernya. 

Salah satu warga yang isoman, Tri Farida mengaku, cukup terbantu selama isoman ada call center yang bisa dihubungi untuk berbelanja kebutuhan. "Setiap hari ada petugas yang mengantar bahan makanan seperti lauk pauk, sayur, beras dan lain lain. Sangat terbantu sekali soalnya saat karantina kami nggak bisa keluar," pungkasnya. (nul)

Editor :