KLIKJATIM.Com| Tulungagung - Teka-teki identitas mayat telanjang tanpa identitas yang ditemukan di pinggir sungai Brantas di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru Senin (08/03/2021) akhirnya berhasil terkuat. Korban diketahui adalah Habib (27) warga Kedungbunder Sutojayan, Kabupaten Blitar yang dilaporkan hilang pada Sabtu (06/03/2021) saat mencari ikan.
[irp]
Kanit Inafis Satreskrim Polres Tulungagung, Aipda Sugapri mengatakan, pihaknya berhasil menemukan identitas korban pada Senin malam ini. Itu terjadi setelah pihaknya menyelesaikan proses identifikasi mayat sejak ditemukan Senin siang. "Barus selesai ini mas, mayat sudah teridentifikasi," ungkap Sugapri.
Dijelaskan, korban adalah Habib (27) warga Kedungbunder Sutojayan, Kabupaten Blitar. Identitas itu diketahui setelah pihkanya menemukan kesamaan data sidik jari. Kemudian, pihaknya juga menemukan tanda lahir lain yang sama dengan korban tenggelam di Blitar. Di antaranya tahi lalat di wajah hingga bekas luka di salah satu bagian tubuhnya.
"Sidik jari sama, kemudian ada juga bekas luka dan tai lalat diwajah, sudah cukp untuk mengidentifikasi identitas mayat," ucapnya
Kapolsek Ngantru, AKP Pudji Widodo mengatakan, sekitar pukul 11.00 Wib siang tadi pihaknya menerima informasi penemuan mayat tersebut, kemudian pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
Pihaknya mendapat laporan warga yang mengabarkan ada mayat hanyut di sungai. Derasnya arus sungai sempat membuat mayat yang sudah tak dikenali tersebut terapung terbawa arus sungai, bahkan sebagian warga memilih untuk mengikat mayat laki laki tersebut dengan tali. Hal ini dilakukan agar mayat tak terbawa arus sungai, hingga menunggu pihak kepolisian dan Tim IPJ RSUD Dr Iskak Tulungagung tiba di lokasi kejadian.
"Saat kami temukan, didak ada identitas di tubuh mayat tersebut, kondisi mayat yang rusak menyebabkan secara kasat mata sudah tidak bisa dikenali," jelas dia.
Pudji mengungkapkan, untuk memastikan identitas mayat tersebut, pihaknya meminta masyrakat untuk bersabar sebab proses nya akan dilakukan oleh tim Inafis Polres Tulungagung dan tim dari RSUD dr Iskak Tulungagung.
"Saat ini belum ada laporan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, kita masih menunggu infiormasi dari Inafis juga untuk melihat identitas dari sidik jari dan ciri fisik lainnya," ucapnya. (mkr)
Editor : Iman