klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Datang ke Banyuwangi, Ketua DPR RI Puan Maharani Disambut Tari Gandrung dan Jaran Goyang

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Ketua DPR RI, Puan Maharani didampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani foto bersama dengan para penari di sela kunjungan ke Sanggar Genjah Arum di kawasan Desa Wisata Osing, tepatnya di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. (Apriliana Devitasari/klikjatim.
Ketua DPR RI, Puan Maharani didampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani foto bersama dengan para penari di sela kunjungan ke Sanggar Genjah Arum di kawasan Desa Wisata Osing, tepatnya di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. (Apriliana Devitasari/klikjatim.

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Di sela kunjungan ke Kabupaten Banyuwangi, Ketua DPR RI, Puan Maharani menyempatkan untuk singgah ke Sanggar Genjah Arum. Putri Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan ini pun disambut musik lesung yang dimainkan oleh sejumlah perempuan sepuh.

[irp]

Penampilan dua tarian tradisional suku Osing, yakni Tari Gandrung dan Tari Jaran Goyang pun dipertontonkan kepada Puan. Tampak pula Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani ikut hadir dalam penyambutan itu.

Selain menyaksikan tarian, politisi PDI Perjuangan tersebut juga ikut men-sangrai kopi Arabica Banyuwangi dengan tungku api tradisional. "Seni dan budaya merupakan salah satu pilar di dalam membangun kepribadian bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, memperkuat kearifan lokal sebagai falsafah nilai dalam hidup berbangsa dan bernegara," kata Puan saat berkunjung ke Sanggar Genjah Arum di kawasan Desa Wisata Osing, tepatnya di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Senin (1/3/2021) malam. 

Dijelaskan, bahwa seni dan budaya menjadi faktor penting dalam membentuk kepribadian bangsa. Kemudian masyarakat Osing dengan sistem sosial dan budayanya, telah menyimpan banyak kearifan lokal yang bisa menjadi pembelajaran bagi generasi sekarang. "Kita harus merawat budaya lokal warisan leluhur," tegasnya.

Puan berharap pelestarian seni dan budaya suku Osing juga berdampak bagi perekonomian berbasis budaya masyarakat. "Budaya adalah energi pariwisata. Jadikan ini sebagai modal untuk menarik wisatawan asing datang ke Banyuwangi, sehingga bisa menggerakkan perekonomian warga setempat," tandasnya.

Selanjutnya, Puan juga menyampaikan apresiasi kepada seniman Osing dan Banyuwangi yang terus berkarya di tengah pandemi Covid 19. Ke depannya, pemerintah di daerah pun diminta untuk terus memperhatikan nasib pelaku budaya dan pariwisata dari dampak pandemi yang masih belum berakhir ini.

"Tentu harus disiplin menerapkan protokol kesehatan," ujar mantan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut.

Sementara itu Bupati Banyuwangi, Ipuk menerangkan bahwa Pemkab Banyuwangi telah berupaya menjadikan budaya sebagai modal dalam membangun daerah. "Bagi Banyuwangi, menjaga budaya yang hidup di masyarakat amatlah penting. Bahkan, event-event seni dan budaya menempati porsi terbesar agenda wisata. Banyuwangi Festival sebagai wujud keberpihakan pemerintah pada pelestarian seni, budaya, dan tradisi lokal," pungkas istri mantan Bupati Abdullah Azwar Anas. (nul)

Editor :