KLIKJATIM.Com | Surabaya - Entah darimana perempuan juragan kos di Jalan Tambak Pring Barat, Surabaya ini percaya dengan omongan seseorang mengaku dukun bisa usir jin, demit dan sebangsanya. Namun yang pasti gara-gara itu, RO, pemilik kos ini kehilangan handphone dan uang tunai karena diembat pasangan suami istri siri Fitriyah Bihina (46), warga Jalan Putat Jaya Timur, Surabaya dan H, suami sirinya yang masih buron.
[irp]
Kanitreskrim Polsek Asemrowo, Iptu Rizkika Atmadha mengatakan, pihaknya menerima laporan dari korban warga Tambak Pring Kecamatan Asemrowo atas nama RO. Dalam laporannya pada Selasa (2/2/2021) korban didatangi kedua pelaku. Saat sampai di rumah kos itu, kedua pelaku berpura-pura mencari tempat kos. Mereka ditemui M, saudara korban. Kemudian korban muncul dan menghampiri pasutri itu sambil menggendong anaknya, yang saat itu rewel karena sakit.
Melihat anak korban menangis, modus bisa menerawang roh halus dimainkan kedua pelaku. Kepada korban, tersangka Fitriyah mengatakan bahwa anaknya yang sedang sakit itu diganggu roh halus. Dia mengaku bisa menyembuhkan dan bisa mengusir roh halus dengan cara memijat.
"Korban percaya. Kemudian pelaku diajak ke kamarnya untuk membantu proses penyembuhan anaknya. Sementara suami tersangka menunggu di depan kamar bersama H, saudara korban," jelasnya.
"Ketika di dalam kamar korban, tersangka melihat ada handphone yang tergeletak di atas meja. Kemudian tersangka menyuruh korban untuk mengambil air. Seketika itu handphone korban diambil dan dimatikan agar tidak ketahuan," tambah Kanitreskrim Polsek Asemrowo.
Setelah handphone berhasil dicuri dan pemijatan dilakukan, tersangka keluar sebentar. Handphone itu kemudian diberikan ke suaminya yang telah menunggu di luar. Selanjutnya, tersangka kembali masuk ke kamar dan bilang ke korban bahwa anaknya yang sakit itu banyak diganggu roh halus. Dan agar bisa sembuh, syaratnya harus membeli paku emas dengan mahar Rp 500 ribu.
"Korban kemudian memberikan uang Rp 500 ribu itu kepada tersangka. Setelah itu tersangka langsung pamit dengan alasan membeli paku tersebut, tapi tidak kunjung kembali. Padahal itu hanya modusnya saja," papar Iptu Rizkika. (hen)
Editor : Redaksi