KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pipa PDAM Surya Sembada yang bocor dikawasan Karang Pilang Kota Surabaya membuat aktifitas warga di Lidah Kulon Surabaya mengeluh. Pasalnya sudah empat hari air tidak mengalir di kawasan tersebut.
[irp]
PDAM Surya Sembada mengaku sudah menemukan titik kebocoran dan sedang melalukan perbaikan. Dari perbaikan itu, sejumlah kawasan di Kota Surabaya terpaksa tidak mendapat jatah air, diantaranya; Karangpilang, Balas Klumprik, Kebraon, Lidah Kulon, Bangkingan, Wiyung, Lakarsantri, Made, Alas Malang, Sawo, Bringin, Kendung, Sendang, Bulu, Langkir, Rejosari, Benowo dan sekitarnya.
Jatah air yang tidak mengalir tersebut kemudian mendapat keluhan dari sejumlah warga yang tinggal di wilayah Puri Lidah Kulon Surabaya.
Warga yang terdiri dari ibu-ibu ini dengan nekat, juga memberhentikan truck yang membawa dua tandon air yang seharusnya diberikan kepada warga dikawasan lain.
Aksi tersebut dilakukan, agar mereka mendapat pasokan air. Salah satu warga, Kuswati, mengaku kecewa dengan matinya air PDAM tersebut. Selama empat hari ia terpaksan membeli air isi ulang untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
"Air tidak mengalir sudah empat hari ini. Saya rugi tidak bisa melakukan aktivitas, seperti memasak, mandi, dan mencuci. Saya terpaksa membeli air," kata Kuswati.
Selain itu, pemilik usaha laundry di Puri Lidah Kulon, Wahyu Tinarti mengalami kerugian yang cukup signifikan. Akibat padamnya air, ia mengaku tidak bisa membuka usaha laundry miliknya.
"Sehari saja keuntungan saya mencapai 300 ribu, tapi ini air mati. Tinggal di kali kan saja kerugiannya," terangnya.
Kekecewaan juga dilontarkan Agus Sriawan yang tidak mendapat jatah air karena banyaknya warga yang mengantri. Nampak ia sangat kesal dan langsung membawa tempat penampungan airnya.
"Siapa yang tidak kesal? Sudah dua kali truck tangki ini lewat. Saya menunggu lama tapi tidak kebagian lagi," ucapnya.
Sementara itu, Ketua LPMK Lidah Kulon, Patola mengatakan, bantuan air yang datang hari ini merupakan pasokan air yang di khusus kan untuk warga di RT 4 sampai RT 5.
Dari penuturan Patola, kerugian yang dialami oleh warga di kawasan Lidah Kulon sudah tidak terhitung lagi. Namun paling tidak Pemerintah Kota Surabaya melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah mengirimkan pasokan air bersih.
"Air mati memang sudah emapt hari ini, kalau malam nyala tapi tidak besar. Bantuan air ini datang mulai tadi pagi untuk RT 4-5. Memang ada warga yang terpaksa tidak kebagian air. Tapi nanti akan datang lagi bantuan air bersih kepada warga," tandasnya. (bro)
Editor : Redaksi