klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Juara  Robotic Competition, Siswa Madrasah ini Harumkan Gresik di Pentas Nasional

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Para siswa siswi saat menunjukkan piala dan karya robotnya di Sekolah Mts Nurul Islam.Faiz/klikjatim.com
Para siswa siswi saat menunjukkan piala dan karya robotnya di Sekolah Mts Nurul Islam.Faiz/klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik  -  Menjadi siswa madrasah tsanawiyah (MTs) Nurul Islam Pongangan bukan berarti tak paham teknologi. Sebaliknya enam siswa sekolah yang berada di Kecamatan Manyar itu mengharumkan nama Gresik dipentas nasional.  Mereka menjurai Madrasah Robotic Competition (MRC) Tahun 2020 di Gedung Graha Alawiyah Kampus II Universitas Islam As-Syafi'iyah, Jatiwaringin Pondok Gede, Bekasi. Jabar.

[irp]

 Enam siswa tersebut dibagi menjadi tiga tim.  Proses seleksi dilakukan secara virtual sejak akhir tahun lalu. Sedangkan grand final dilaksanakan pada i 2-4 Februari 2021.  “Hasil dari kompetensi ini membuktikan madrasah tidak ketinggalan dengan perkembangan zaman dan dunia Ilmu Teknologi (IT) sebagai akselerasi pendidikan,” ujar salah seorang guru pembimbing Ubaidillah saat ditemui di MTs Nurul Islam Pongangan, Sabtu (6/2/2021).

Salah satu tim yang berangotakan Muhammad Ariq Agustiansyah (13) dan Nindya Erika Ingesukmanjaya (13),meraih  penghargaan juara pertama best participant pada kategori maze solving. Kediua siswa kelas VIII itu mampu menyisihkan para pesaing dari Bandung, Pasuruan, Blitar, Bengkulu, Sulawesi, dan beberapa daerah lain di Indonesia.

Ariq menjelaskan ketertarikannya pada dunia robot sejak kecil. Dirinya memang sudah memiliki hobi bermain dan bongkar-pasang merakit koleksi mobil tamiya.  Ia pun menyalurkan hobinya dengan bergabung pada ekstra robotika satu tahun belakangan.

"Begitu ada program ekstra ini, saya langsung tertarik. Kemarin diajari sama guru pembimbing, ada pula guru dari ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) yang membantu mengajari saya dan Nindya," kata Ariq.

 Diakuinya keikutsertaanya dalam kompetisi baru pertama kali. Lmba robotic ini butuh akurasi dan kecepatan. “Ada cek point setiap perlintasan sampai 8 point sebagai nilai dari kecepatan robot yang kita buat di lintasan,” ucapnya.

Nindia menambahkan persaingan dalam kompetisi cukup ketat. “Kami harus bersaing dalam mengumpulkan poin dari dewan juri, robot yang kami ciptakan harus melewati cek poin dengan waktu yang ditentukan," tambah Nindya.

Selain mereka berdua, siswa-siswi MTs Nurul Islam Pongangan, yang berhasil mendapat penghargaan dalam MRC adalah Andromeda (14) siswa kelas VIII dan Anisa Ayu Zandira (13) yang duduk di bangku kelas VII, yang meraih runner up best desain kategori internet of things (IoT).(rtn)

Editor :