klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bupati Anas Terusik dengan Festival Santet

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang dalam 10 tahun terakhir bekerja keras mengharumkan Banyuwangi melalui pariwisata. IST
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang dalam 10 tahun terakhir bekerja keras mengharumkan Banyuwangi melalui pariwisata. IST

KLIKJATIM.Com I  Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi nampaknya gerah dengan rencana digelarnya Festival Santet. Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) dinilai akan memunculkan kembali stigma buruk.  “Nama baik yang sudah kita bangun selama 10 tahun ini jangan dikotori dengan stigma yang buruk itu lagi," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Muhamad Yanuarto Bramuda, Minggu (7/2/2021).   

[irp]

Menurut Yanuarto, munculnya ide adanya Festival Santet itu dari Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) yang mendeklarasikan diri sebagai wadah para dukun di Banyuwangi. Pemkab Banyuwangi sama sekali tidak mengetahui terkait Perdunu.

"Itu muncul personal. Tidak ada niatan kami menggelar Festival Santet. Makanya kami luruskan agar tidak menjadi pernyataan jika hal itu bakal digelar oleh Pemkab Banyuwangi," tegasnya

Yanuarto menegasksan tidak ada Festival santet yang akan digelar oleh Pemkab Banyuwangi. "Tidak ada. Kami pertegas Banyuwangi tidak akan menggelar Festival Santet," ujarnya.

Pihaknya bakal melakukan klarifikasi kepada Perdunu. Rencananya, pihaknya juga akan menggandeng Dewan Kesenian Blambangan (DKB) menyikapi adanya polemik itu. "Segera kita lakukan klarifikasi. Surat sudah saya kirimkan," tambah Bram, sapaan akrab nya.

Untuk saat ini, kata Bram, Pemkab Banyuwangi fokus dalam deklarasi Wisata Sehat di tengah Pandemi COVID-19 ini. Yakni menyiapkan sarana dan prasarana kegiatan wisata yang sehat dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah orang yang mengaku sebagai dukun atau paranormal mendeklarasikan diri dalam sebuah perkumpulan atau wadah. Mereka menamakan perkumpulan itu dengan Perdunu (Persatuan Dukun Nusantara).

Deklarasi digelar di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Rabu (3/2/2021). Kegiatan digelar dengan pengenalan logo, pembentukan pengurus, hingga pemotongan tumpeng sebagai ucapan syukur. Kegiatan deklarasi dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.   

Tujuan didirikannya Perdunu ini, agar masyarakat tak terjerumus dengan aksi dukun abal-abal dan menjerumus kepada penipuan.  Program kerja perkumpulan dukun atau paranormal ini salah satunya adalah bakal menggelar Festival Santet dan mengenalkan destinasi mistis di Banyuwangi.(*)

Editor :