KLIKJATIM.Com | Surabaya - Ritel elektronik, PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (UFOE) secara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini bakal melepas sebanyak 457,5 juta saham atau setara 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Saham tersebut dilepas dengan harga Rp 101 per saham. Dari aksi penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO) ini UFOE mendapatkan dana segar senilai Rp 46,2 miliar.
[irp]
Direktur Utama Damai Sejahtera Abadi, Poedji Harixon mengatakan pihaknya akan menggunakan dana hasil IPO ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi untuk investasi penambahan tanah beserta bangunan untuk toko dan gudang di Gresik dan Banjarbaru. Dana yang digunakan untuk gerai baru tersebut dialokasikan sebesar 91,7 persen dari hasil IPO atau sekitar Rp 42,36 miliar.
"Kami memiliki 19 gerai yang tersebar di Jawa, Bali dan Kalimantan. Kami terus berinovasi dan berkomitmen membuka gerai baru dan menambah ke kota-kota di Indonesia," jelas Poedji dalam siaran persnya, Senin (01/02) kemarin.
Adapun total aset pemilik gerai elektronik UFO ini tercatat sebesar Rp 290,5 miliar dengan total liabilitas sebesar Rp 171,6 miliar dan total ekuitas sebesar Rp 118,9 miliar. Dengan pencapaian positif itu, UFOE berencana untuk membagikan dividen setelah IPO kepada pemegang saham dengan besaran dividen yakni sebesar 25 persen dari laba bersih tahun buku yang bersangkutan, dimulai dari tahun 2021 berdasarkan laba bersih tahun buku 2020.
Lebih lanjut Poedji menjelaskan bahwa bisnis utama berserta anak usaha yaitu PT Universal Joyo Lestari mencakup perdagangan produk-produk elektronik dan furnitur. Produk-produk elektronik yang dipasarkan merupakan barang siap pakai terbagi menjadi tiga kategori yaitu consumer electronics seperti TV, DVD, audio, dan smartphone kemudian small appliance seperti setrika, blender, rice cooker serta medium appliance seperti AC, kulkas, mesin cuci.
Sedangkan untuk produk-produk furnitur yang diperdagangkan meliputi furnitur untuk melengkapi rumah, kantor, apartemen maupun hotel seperti baby box, spring bed, sofa dan sejenisnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan UFOE Soeliana Tanumihardjo menjelaskan bahwa fundamental saat ini sangat baik, UFOE membukukan penjualan pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2020 sebesar Rp 343,3 miliar, naik 11,4 persen dibandingkan penjualan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Selain itu, terdapat peningkatan laba tahun berjalan 57,5 persen dibandingkan dengan periode tanggal 30 Juni 2019 menjadi Rp 2,52 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan laba kotor sebesar Rp 4,3 miliar atau 17,63 persen menjadi Rp 28,93 miliar.
"Peningkatan penjualan elektronik dipengaruhi adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan adanya sistem work from home (WFH), sehingga kebutuhan masyarakat terhadap barang elektronik menjadi meningkat," kata Soeliana. (hen)
Editor : Redaksi