KLIKJATIM.Com | Lamongan - Jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Lamongan yang meninggal akibat terpapar Covid-19 terus bertambah. Hingga 15 Januari lalu Dinkes Lamongan menyebut, tenaga medis yang meninggal terhitung sebanyak 10 orang, terinci 4 dokter, 4 perawat dan 2 bidan.
[irp]
Bahkan pada Kamis 14 Januari kemarin, ada dua tenaga kesehatan yang meninggal dunia sekaligus akibat terpapar Covid-19. Masing-masing anggota DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lamongan, Asikin. Kemudian dr Muhammad Syamsu Dluha, dokter di RS Muhammadiyah Lamongan (RSML).
Menurut Yatno Wakil Ketua Bidang Hukum dan Pemberdayaan Politik, DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Lamongan, anggotanya memang ada yang meninggal dunia. "Benar, Pak Asikin meninggal kemarin," kata Yatno.
Dikatakan, Asikin adalah seorang perawat yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Maduran, asal Pucuk. Kematian Asikin ini menambah daftar perawat di Lamongan yang meninggal dunia karena terpapar virus Corona. Hingga saat ini, menurut dia, sudah ada 4 perawat anggota PPNI Lamongan yang meninggal akibat Covid-19. Meninggalnya empat perawat Lamongan akibat Covid-19 tersebut, terjadi dalam kurun waktu dua bulan terakhir.
Bulan Desember 1 orang, Januari 3 orang. Mereka yang meninggal rata-rata usia 50 tahun. Sementara tenaga perawat yang terpapar, menurut Wakil Ketua DPD PPNI Lamongan lebih dari 100 orang. "Jumlah pastinya saya tidak hafal. Tapi yang jelas 100 orang lebih perawat yang terpapar," pungkas Yatno. (hen)
Editor : Abdul Aziz Qomar