KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Sejumlah tanah Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) di Kabupaten Sidoarjo yang sudah lama terbengkalai dan tak terurus kondisinya agar segera diserahkan ke Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Pasalnya saat ini Pemda Kabupaten Sidoarjo sedang rajin melakukan penghijauan di sudut-sudut kota. Termasuk dengan memanfaatkan tanah fasum dan fasos di desa dan juga perumahan.
[irp]
Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono mengatakan, saat ini sudah ada 59 titik fasum perumahan yang diproses masuk ke Pemkab Sidoarjo. Fasum tersebut menunggu giliran untuk dimanfaatkan dan dibangun oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kebersihan dan pertamanan. "Pada hari ini saya meninjau sekaligus meresmikan lima taman yang baru saja selesai pengerjaannya," ujar Pj Bupati Hudiyono, Rabu (13/1/2021).
Kelima taman tersebut antara lainnya taman lansia yang dibangun di atas tanah fasum Perum AURI Kwadengan, taman fasum Bundaran Gading Fajar, taman urang bandeng pulau di depan kantor Dinas Perizinan Jalan Pahlawan, serta taman fasum Perumahan Permata Gedangan.
Selain itu bagi penggemar olahraga skateboard juga tak perlu khawatir lagi. Karena sudah dibangunkan tempat khusus olahraga yang digemari para remaja. Lokasinya ada di seberang jalan Taman Abhirama. Sarana olahraga skateboard ini dibangun di atas tanah fasum Pondok Jati.
Dijelaskan Hudiyono, permukiman tanpa adanya taman-taman terasa kurang. Sehingga perlu banyak tanah fasum dan fasos yang disulap menjadi taman.
Adapun pemanfaatan tanah fasum juga atas permintaan warga. Karena selama ini banyak yang tidak terurus.
Menurutnya, kehadiran taman akan mempunyai manfaat yang luar biasa. Apalagi saat ini musim covid yang sekarang sedang ada pengaturan pembatasan untuk kegiatan masyarakat. "Kalau tidak ada keperluan yang mendesak cukup tinggal di rumahnya masing-masing atau bermain di taman sekitar," sarannya.
"Manfaat taman ini sebagai tempat edukasi, apalagi sekarang anak sekolah masih belajar secara daring sehingga tidak perlu keluar jauh-jauh cukup datang ke sini dengan orangtuanya, tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan 3 M," tambahnya.
Hudiyono pun meminta warga sekitar untuk ikut menjaga dan merawat beberapa taman yang sudah dibangun menggunakan APBD dengan baik. Selain bisa dipakai untuk taman bermain anak, warga juga bisa memanfaatkannya untuk olahraga. Seperti taman lansia di perum AURI. Taman ini dilengkapi jalan khusus untuk terapi kaki, sehingga para lansia setiap pagi bisa berolahraga.
"Taman yang sudah jadi ini tolong dijaga dan dirawat. Karena ini inisiatif warga yang ikhlasnya luar biasa. Awalnya tanah fasum ini dilihat lama tidak difungsikan, akhirnya warga menyerahkan kepada Pemkab Sidoarjo dan warga minta dibangun agar bisa dimanfaatkan. Akhirnya dijadikanlah taman," tuturnya.
"Komunikasi antara warga dan Pemkab seperti ini jadi contoh bahwa masyarakat menyerahkan fasumnya, kemudian Pemkab bisa membangun. Apalagi di sini (warga Perum AURI) sebagian besar adalah lansia dan taman ini didesain dengan konsep tematik, maka taman ini dibangun dengan struktur yang bisa dimanfaatkan para lansia," pungkasnya. (nul)
Editor : Catur Rini