klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Baru Menikah Tiga Bulan, Mantan Ketum PB HMI dan Istri Jadi Korban Sriwijaya Air SJY-182

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Keluarga Mulyadi P Tamsir di Jember menunjukkan foto pernikahan Mantan Ketum PB HMI. (Abdus Syukur/Klikjatim.com)
Keluarga Mulyadi P Tamsir di Jember menunjukkan foto pernikahan Mantan Ketum PB HMI. (Abdus Syukur/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember – Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di antara perairan Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu 9 Januari 2021. 

[irp]

Ternyata penumpang yang tercatat berada di dalam manifest pesawat nahas itu diantaranya pasangan pengantin baru Mulyadi P. Tamsir dan istrinya, Makrufatul Yeti Srianingsih. 

Siapa sangka sosok Mulyadi P. Tamsir bukan sembarang orang, diketahui ia merupakan Mantan Ketua Umum PB HMI priode 2016 - 2018 yang juga menjabat Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Hanura.

Kabar Mulyadi P. Tamsir tercatat dalam manifest pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dibenarkan oleh pamannya bernama Ngadi asal Desa Tegalwangi Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember. Dia mengaku, baru mengetahui bahwa keponakannya menjadi korban setelah mendapat kepastian langsung dari orang tua Mulyadi P. Tamsir, Ponijan.

"Benar mas, korban (Mulyadi P. Tamsir) asal warga Umbulsari dan saya mengetahui setelah ditelpon adik saya bapak dari Mulyadi jika keponakan saya adalah salah satu dari membawa 62 orang pesawat terjatuh itu,” tutur Ngadi saat di temui wartawan di kediamannya, Senin (11/1/2021). 

Ia merinci, dalam kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tersebut, Mulyadi P. Tamsir bersama istrinya, Makrufatul Yeti Srianingsih, ibu mertuanya Khasanah serta asisten rumah tangganya juga ikut menjadi korban jatuhnya pesawat.

"Baru tiga bulan menikah. Belum dikaruniai seorang anak,” ucapnya.

Babinkamtibmas Desa Tegalwangi Kecamatan Umbulsari, Bripka Purnomo menambahkan, Mulyadi P. Tamsir, dua saudaranya Budi Setyo dan Santoso Wibowo serta kedua orang tuanya Ponijan dan Hatimah mengikuti program transmigrasi periode tahun 1982 ke Sintang di Kalimantan Barat. 

"Orangtuanya asal Tegalwangi Umbulsari Jember. Mereka ikut transmigrasi ke Sintang tahun '82. Sudah di Sintang, Kalbar. Kadang berkunjung ke Jember. Kalau keluarga bapaknya (Mulyadi P. Tamsir, red) ada di Jember," pungkasnya. (bro)

Editor :