klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Hasil Swab PCR Almarhum Raja'e Wabup Pamekasan Ternyata Negatif Covid-19

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Almarhum Wabup Pamekasan H Raja'e
Almarhum Wabup Pamekasan H Raja'e

KLIKJATIM.Com | Pamekasan - Kematian Wakil Bupati Pamekasan Raja'e ternyata masih menyisakan tanda tanya. Jika sebelumnya diinformasikan karena Covid-19 saat menjalani perawatan di RS, namun Pemkab Pamekasan menegaskan, hasil swab PCR almarhum diketahui negatif.

[irp]

Sebelumnya diberitakan Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e meninggal dunia di rumah sakit dr. Soetomo Surabaya, Kamis (31/12/2020) sekitar pukul 14.18 WIB. Almarhum dilarikan ke RS dr. Soetomo lantaran kondisi fisiknya melemah setelah sebelumnya menjalani isolasi mandiri akibat positif terpapar Covid-19 berdasarkan hasil tes swab tanggal 15 Desember 2020.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Pamekasan, Sigit Priyono dalam rilis yang diterima  menjelaskan, Wakil Bupati Pamekasan H Raja’e dirawat di rumah sakit Dr Soetomo sejak tanggal 15 Desember 2020. Tanggal 25 Desember 2020 berdasarkan hasil swab beliau dinyatakan negatif covid-19. "Karena hasil swab PCR-nya negatif, almarhum dipindah perawatannya di ruang ICU Non Isolasi Rumah sakit Dr Sutomo,” tambahnya.

Sebelum menjabat wakil bupati, almarhum menjabat sebagai Kepala Desa Bujur Barat Kecamatan Batumarmar selama dua periode. Almarhum berpasangan dengan H. Baddrut Tamam dalam pilkada Kabupaten Pamekasan tahun 2018. Almarhum meninggalkan tiga orang anak dan istri yang saat ini sedang hamil, istri almarhum sebelumnya juga sempat menjalani isolasi di RSUD Smart Pamekasan lantaran kontak langsung dengan almarhum.

Almarhum menghembuskan nafas terakhir di usianya yang ke 44 tahun. “Mari kita semua turut mendoakan semoga diterima amal ibadahnya dan diampuni segala kesalahan serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” harap Kabag Protokol dan Komunikasi Pemkab Pamekasan.

Sementara itu Dirut RSU dr Soetomo Surabaya, dr Joni Wahyuhadi membeberkan kronologi terpaparnya Raja'e terpapar COVID-19 hingga wafat.

"Beliau dirawat di RSU dr Soetomo sejak 16 Desember lalu. Kondisinya saat datang sudah berat. Memang keadaannya saat datang sudah berat. Kita (pihak rumah sakit) sudah semaksimal mungkin," ujar Joni.

Dijelaskan Wabup Pamekasan bahkan dirawat menggunakan alat tercanggih yang ada di RSU dr Soetomo yakni ECMO (alat pengganti fungsi jantung dan paru-paru) dengan kondisi positif COVID-19.

"Beliau pakai alat tercanggih di RSU dr Soetomo. Kita sudah berupaya semaksimal mungkin," imbuhnya.

Pada saat keluar RIK RS dr Soetomo, Wabup Pamekasan sudah sempat dinyatakan negatif Covid. "Banyak kasus seperti ini. Sudah negatif COVID-19, tapi dampak dari COVID-19 itu sendiri ke komorbidnya yang bisa memperburuk. Katakan Covid itu menyerang jantung atau paru-paru, maka dampaknya setelahnya," terangnya.

"Walau sudah dinyatakan negatif, penyakit dampak akibat COVID-19 atau menyerang ke komorbid belum tentu selesai. Kasus seperti seringkali dijumpai," pungkasnya. (hen)

Editor :