klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kartika Datangi Sekolah, Bentengi Siswa dari Bahaya Narkoba

avatar Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Ketua P4GN Kabupaten Lamongan Kartika Hidayati saat sosialisasi Anti Narkoba kepada pelajar di Lamongan. (Achmad Bisri/klikjatim.com)
Ketua P4GN Kabupaten Lamongan Kartika Hidayati saat sosialisasi Anti Narkoba kepada pelajar di Lamongan. (Achmad Bisri/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Lamongan - Tertangkapnya 10 pengedar narkotika jenis sabu-sabu (SS) menandakan peredaran narkotika di Kabupaten Lamongan memprihatinkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan turun tangan melakukan tindakan preventif dengan gencar lakukan sosialisasi bahaya narkotika di sekolah-sekolah.

"Ini harus kami sampaikan kepada generasi muda sedini mungkin. Agar memproteksi secara dini, untuk menghindari penggunaan narkoba pada diri kita, pada keluarga dan masyarakat," tutur Ketua P4GN (Pencegahan Pemberantasaan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) Lamongan Kartika Hidayati, Jumat (12/09).

Wakil Bupati Lamongan ini turun langsung dalam acara sosialisasi dengan tema 'Pembinaan Karakter Siswa Anti Narkoba. Tujuan sosialisasi ini, jelas Kartika guna meminimalisir penyalahgunaan narkotika yang selama ini semakin memprihatinkan dan memakan korban generasi milenial.

[irp]Sosialisasi ini tidak semata siswa diberi materi pengetahuan terhadap bahaya peredaran narkoba, jenis-jenis narkotika, efek dan perilaku pengguna barang haram tersebut. Tetapi secara interaktif, pelajar juga diajari mengenali lingkungan dan solusi pencegahan atas bahaya narkoba.

"Sosialisasi semacam ini akan terus kami lakukan di sekolah-sekolah di Lamongan, agar para pemuda-pemudi mengerti akan bahaya serius dari Narkoba," tuturnya. Di hadapan para siswa-siswi SMK NU 1 Karanggeneng, Kartika mengaku peredaran barang haram ini tidak mengenal siapa dan apa pun profesinya. Semua orang punya peluang terjebak narkoba.

Tidak ada segmen masyarakat yang aman dari jerat narkoba, mulai dari artis, aparat polisi, birokrat, politisi hingga pelajar sekolah, semuanya perlu waspada. "Bahwa bahaya narkoba selain membuat pemakai menjadi bodoh, dan tidak mempunyai fokus belajar, juga membuat masa depan pemakai menjadi suram," katanya.

Dia berharap agar para pemuda-pemudi melakukan hal-hal positif, agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Misalnya melakukan aktifitas sesuai dengan hobi. "Ini bagus untuk menghindarkan mereka dari pergaulan yang tidak sehat, dan mengarah pada pemakaian narkoba," ujarnya. (bis/rtn)

Editor :