klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Sate Sop Bu Supi, Tanpa Digigitpun, Dagingnya Bisa Ambyar

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Bu Supi sedang memanggang sate
Bu Supi sedang memanggang sate

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Sate umumnya disandingkan dengan gule. Namun  warung sate Bu Supi di Desa Prambon, Kecamatan Prambon, Sidoarjo ini menyandingkan sate dengan sop. Jadilah sate sop yang menggugah selera pecinta kuliner.

[irp]

Sang pemilik, Dewi Utari (60) mengatakan, menu sate sop ini adalah menu yang diturunkan sang ibu, Supi. “Warung ini telah ada sekitar tahun 1960. Sejak saya kecil, ibu sudah berjualan di sini,” tutur Dewi.

Letaknya yang strategis di Jalan Raya Utara Pasar Prambon yang berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto, membuat warung sate sop ini tak pernah sepi pembeli. Adha Dia Agustin misalnya, warga Sidokare Indah Sidoarjo ini telah empat tahun terakhir menjadi pelanggan dan hampir setiap minggu mampir menikmati sate sop ini. “Berbeda dengan sate lainnya. Satenya cukup besar  dan sangat empuk. Seolah tanpa digigitpun, dagingnya bisa ambyar,” ucap ibu dua anak ini diiringi tawa.  

Selain hari Jumat, Dewi membuka warungya mulai jam 6 pagi hingga 12 siang. Di hari biasa, Dewi menghabiskan antara 10 sampai 15 kg daging sapi. “Kalau Hari Minggu lebih banyak lagi, bisa sampai  25 kilogram. Banyak pelanggan lama dan pesepeda yang mampir ke sini,” terang Dewi.

Dewi menjual seporsi yang terdiri dari nasi sop dan dua tusuk sate sapi berukuran besar dengan harga Rp 18 ribu. Untuk satu tusuk sate, Dewi membandrol harga Rp 6.500. “Banyak pelanggan yang hanya membeli satenya saja. Bahkan Minggu kemarin ada yang ambil 150 tusuk,” ucap Dewi.

Untuk melayani pelanggan warungnya, Dewi dibantu tiga karyawan yang merupakan tetangganya.

Meskipun saat ini disekitar warungnya bermunculan warung sate sop serupa, Dewi tetap merasa bershukur. “Ya Alhamdulillah bagi-bagi rezeki. Rezeki sudah ada yang mengatur,” imbuh Dewi. (bro)

Editor :