klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

APBD Banyuwangi Tahun Depan Rp 2,786 T, Anggaran Diarahkan Untuk Pemulihan Ekonomi di Tiga Sektor

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas memutuskan kebijakan APBD tahun 2021 akan lebih diarahkan sebagai upaya pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19. Ada tiga sektor yang akan menjadi fokus dalam peningkatan ekonomi kali ini, yaitu melalui kebangkitan pertanian, pariwisata, dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).

[irp]

Hal itu disampaikan setelah tim anggaran dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banyuwangi menyepakati terkait Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2021. Dalam struktur APBD 2021 ini menyebutkan pendapatan daerah diproyeksi sebesar Rp 2,786 triliun, dengan pos belanja Rp 2,881 triliun.

"Tentu pelibatan komunitas sangat diperlukan. Maka ke depan, komunitas akan dilibatkan sebagai aktor utama dalam mencegah, mengidentifikasi, merespon, dan memulihkan dampak pandemi,” ujar Bupati Anas.

Pihaknya sangat optimis, bahwa APBD 2021 tetap berfungsi sebagai instrumen stimulasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Banyuwangi. Selain itu juga sebagai antisipasi terhadap problem yang dimungkinkan masih akan terjadi hingga akhir 2021.

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, M. Ali Mahrus menegaskan, kebijakan umum anggaran tahun 2021 memang disiapkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial melalui kebangkitan sektor pertanian, pariwisata, serta penguatan SDM. “Berdasarkan hasil pembahasan PPAS antara Banggar dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), prioritas daerah tahun depan telah ditetapkan menjadi dua jenis, yakni prioritas karena wajib dengan sendirinya dan prioritas pendukung implementasi strategi pembangunan,” terangnya.

Prioritas karena wajib dengan sendirinya meliputi empat urusan. Antara lain pendidikan, kesehatan, pelayanan umum, dan urusan pemerintahan. Sedangkan prioritas pendukung strategi pembangunan dibagi empat fokus, yaitu pemulihan ekonomi dengan menjamin sistem pasar yang berorientasi pada kelas bawah; menjamin keberlangsungan aktivitas perekonomian masyarakat khususnya UMKM; serta meningkatkan kesempatan kerja dan menciptakan lapangan kerja masyarakat.

“Termasuk juga integrasi pembangunan sektor pariwisata, pertanian, perdagangan, dan lain-lain,” ujar Mahrus. (nul)

Editor :