KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Urusan sampah selalu menjadi masalah di kota besar. Begitu pula di Sidoarjo. Dengan produksi sampah sekitar 1.200 ton perhari, pengelolaan sampah perlu mendapat perhatian khusus. Apalagi di Sidoarjo saat ini hanya memiliki satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi di Desa Kupang, Kecamatan Jabon yang kapasitasnya hanya tinggal sekitar 8 persen saja.
[irp]
Namun saat ini, Pemkab Sidoarjo sudah menyiapkan pengelolaan sampah dengan metode sanitary landfill yang akan dioperasikan mulai tahun 2021. “Lokasinya berada di sebelah timur TPA lama. Kalau yang dulu memakai sistem control landfill tanpa ada proses pengolahan, TPA sanitary landfill terdapat proses sorting dan composting sehingga residu yang dihasilkan bisa sangat sedikit,” ujar Kepala DLHK Sidoarjo, Sigit Setyawan, Jumat (13/11/2020).
Dijelaskan, pada dasar landfill yang baru terdapat lapisan kedap air. Nantinya air yang dihasilkan diolah di instalasi pengolahan sehingga air lindinya memenuhi standar baku mutu untuk dialirkan ke Sungai Porong.
“Saat ini pengerjaan instalasi sanitary landfill hampir rampung. Kami berharap akhir tahun ini proyek multi years dari Kementerian PUPR yang menelan anggaran Rp 365 miliar ini bisa tuntas dan bisa segera dioperasikan,” jelas Sigit.
Sementara itu, Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono mengatakan, kapasitas sanitary landfill ini sebesar 680 ton per hari. Dengan kapasitas sebesar itu diharapkan permasalahan sampah di Kota Delta bisa teratasi.
“Produksi sampah warga Sidoarjo sekitar 1.200 ton per hari. Dari angka itu yang masuk ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sebesar 380 ton dan yang ke TPA Jabon 450 ton. Nah, sisanya lalu kemana. Mungkin ini yang membuat warga membuang sampah sembarangan. Kami berharap permasalahan sampah dari hulu ke hilir bisa teratasi,” tuturnya.
Hudiyono menambahkan, Pemkab Sidoarjo juga akan segera menerapkan sanksi bagi warga yang membuang sampah sembarangan. “Kami akan berkonsultasi dulu dengan kejaksaan untuk menentukan bentuk dan besaran sanksi. Yang pasti, kebiasaan warga membuang sampah sembarangan harus segera dihentikan,” jelas Hudiyono.
Selanjutnya untuk mengurangi beban berat TPA sanitary landfill, Pemkab juga akan membuat mini TPA di setiap TPS sehingga sampah yang diangkut ke TPA bisa dikurangi. “Saya juga berharap, warga memilah sampah sebelum membuangnya. Sehingga warga bisa memperoleh manfaat ekonomi dari situ, sekaligus ikut berperan menjaga lingkungan,” imbuhnya. (nul)
Editor : Satria Nugraha