Kampung Pecinan Kelenteng Kim Hin Kiong Mulai Dicat, Bupati Gresik Proyeksikan Jadi Sentral Wisata Heritage

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Memulas: Bupati Gresik bersama Asisten GM Nippon Paint melakukan pengecatan perdana kawasan heritage (Abdul Aziz Qomar/Klikjatim.com).

KLIKJATIM.Com | Gresik — Pemerintah Kabupaten Gresik makin serius dalam mengembangkan kawasan wisata heritage kota tua Gresik, salah satunya Kampung Pecinan yang punya icon Kelenteng Kim Hin Kiong.

Bahkan, pihak swasta pun terlibat dalam upaya mempercantik kawasan Pecinan Kelenteng Kim Hin Kiong.

Pabrikan cat terkenal, Nippon Paint turut serta mewarnai dinding bangunan-bangunan eksotis di kampung Pecinan itu, Senin (11/07/2022).

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani sendiri yang melakukan pengecatan pertama kali. Yani mengapresiasi keterlibatan Nippon Paint dalam pembangunan kawasan wisata itu.

“Kami apresiasi betul, jadi dalam pengembangan wisata heritage ini semua terlibat, dari Kementerian menggelontorkan dana APBN, APBD juga. Kini Swasta juga ikut,” kata dia.

Yani berharap, usai Kampung Pecinan dipulas dengan cat baru, masyarakat sekitar turut serta menjaga dan merawat.

“Jangan sampai ada coretan-coretan lagi yang mengurangi keindahan, makanya mari kita awasi bersama, tidak hanya pemerintah, tapi ini milik masyarakat juga,” ujarnya.

Menurut Yani, Kampung Pecinan dan kawasan wisata kota tua di Gresik ini unik, mengingat kawasan itu merupakan tempat perkembangan peradaban dan persentuhan beragam kebudayaan.

“Jadi disini itu ada Kampung Arab, Melayu dan Pecinan, nanti ada kawasan kolonial juga,” beber dia.

Asisten General Manajer Nippon Paint Wirya Atmaja menjelaskan, ketahanan cat yang dipakai untuk mewarnai dinding Kampung Pecinan ini akan awet selama lima tahun.

“Lima tahun tidak akan terkelupas, harapannya ini bisa menambah daya tarik wisata Kampung Pecinan ini,” kata dia.

Sementara itu Kepala Dina Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Ida Lailatussa’diyah mengatakan, pengecatan Kampung Pecinan ini dilakukan usai pembangunan ornamen rampung.

Tenaga pengecatan, kata Ida, sudah melalui Bimtek dengan Nippon Paint. Mulai dari pembersihan permukaan hingga teknis pengecatan.

“Selain proyeksi untuk wisata kota tua, ini awalnya berangkari program kota tanpa Kumuh,” tandasnya. (yud)