KLIKJATIM.Com | Lamongan – Institut Agama Islam (IAI) Tarbiyatut Tholabah Lamongan menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Sinergi Ketahanan Nasional dan Ketahanan Pangan sebagai Strategi Pengembangan Daerah Berkelanjutan”.
Kegiatan yang dihelat di Aula KH. Musthofa, Sabtu (21/6) ini diinisiasi oleh Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) FEBIS IAI Tabah dan menghadirkan beragam tokoh dari unsur akademik, pemerintahan, militer, dan legislatif.
Acara dibuka secara resmi dan diisi pengantar ilmiah oleh Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis dan Syariah (FEBIS) IAI Tabah Lamongan, Muhammad Aly Mahmudi, Lc., M.H. Ia menekankan pentingnya sinergi antar sektor dalam membangun daerah yang berkelanjutan, berdaya tahan, dan berkeadilan sosial, dengan tetap mempertimbangkan aspek maqāṣid al-sharī‘ah sebagai pondasi menentukan langkah ke depan.
Baca Juga : Kisah Inspiratif Irsyad, Pelajar Lamongan yang Viral Jualan Kopi di Sawah hingga Masuk TV Nasional
Menghadirkan tiga narasumber utama mengisi sesi diskusi, yakni Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara, S.T., B.Eng., M.Sc., yang memaparkan progres pembangunan daerah yang berbasis potensi lokal Lamongan seperti pertanian, maritim, dan industri kecil menengah.
"Saya menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan harus dimulai dari pemetaan potensi desa, pelatihan SDM, dan penguatan sinergi lintas sektor, termasuk dengan pesantren dan lembaga pendidikan," ujarnya.
Selain Dirham hadir pula Wakil Ketua DPRD Lamongan, Imam Fadli, M.Si., yang menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai instrumen pertumbuhan ekonomi desa. Ia menyampaikan bahwa penguatan ekonomi berbasis desa, didukung regulasi yang akomodatif dan program penyertaan modal yang adil, akan menjadi fondasi keberlanjutan ekonomi daerah.
Baca Juga : Cetak Pelajar Kuat Mental dan Berprestasi, Pemkab Lamongan Gelar Talkshow Kesehatan Mental Sejak Dini
Sememtara itu narasumber ketiga, Dr. R. Chusnu Yuli Seyto, M.Pd., akademisi sekaligus Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Chusnu menekankan pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan sebagai modal sosial utama.
"Pembangunan tidak cukup dengan infrastruktur, tetapi harus dilandasi semangat kolektif, kebersamaan, dan penguatan nilai-nilai lokal sebagai identitas daerah. Saya juga menjelaskan bahwa di Kabupaten Lamongan terdapat program beasiswa Pendidikan PERINTIS yang dapat diakses oleh seluruh warga Lamongan, "pungkasnya.
Sementara itu Ketua penyelenggara sekaligus Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah, Dr. Moh. Khoirul Fatih, M.Ag., menyampaikan bahwa seminar ini menjadi bagian dari ikhtiar membangun narasi baru pembangunan daerah berbasis maqāṣid al-sharī‘ah.
Baca Juga : Target 10 Besar Porprov Jatim 2025, Bupati Lamongan Siapkan Bonus Hingga Beasiswa Atlet Berprestasi
“Ketahanan nasional dan pangan harus dimaknai secara holistik—meliputi aspek jasmani, sosial, dan spiritual. Hukum Ekonomi Syariah memberi ruang bagi formulasi kebijakan yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat kecil,” tegasnya.
Dalam bingkai Hukum Ekonomi Syariah, ketahanan pangan tidak hanya dimaknai sebagai kecukupan konsumsi, tetapi juga sebagai instrumen keadilan dan perlindungan—ḥifẓ al-nafs (jiwa) dan ḥifẓ al-māl (harta). Seminar ini mendorong pemanfaatan wakaf produktif, optimalisasi zakat pertanian, dan pembentukan koperasi syariah sebagai solusi konkret untuk pemerataan ekonomi.
Program Studi Hukum Ekonomi Syariah IAI TABAH hadir sebagai pilihan strategis bagi generasi muda yang ingin menjadi pionir di bidang ekonomi dan hukum Islam yang berwawasan masa depan. Dengan pendekatan integratif antara syarī‘ah, ekonomi modern, dan kebutuhan masyarakat lokal, prodi ini fokus pada kajian maqāṣid al-sharī‘ah, fiqh muamalah kontemporer, serta tata kelola keuangan syariah yang berpihak pada keadilan sosial dan pemberdayaan desa.
Baca Juga : Pemkab Lamongan Perkuat Komitmen Turunkan Angka Perkawinan Anak
Mahasiswa akan dibekali kemampuan analisis, advokasi hukum ekonomi, hingga kewirausahaan syariah berbasis potensi lokal, khususnya di wilayah pesisir dan komunitas pesantren. Melalui kurikulum aplikatif dan jejaring kerja sama yang luas, HES IAI TABAH membuka jalan menuju karier sebagai konsultan hukum syariah, auditor keuangan halal, pengelola zakat dan wakaf, maupun pemimpin perubahan di sektor publik dan privat. (yud)
Editor : Rozy