Beredar Pupuk NPK Phonska Palsu, Petani Tulungagung Resah

klikjatim.com
Temuan pupuk NPK diduga palsu dalam kemasan pupuk subsidi phonska. (ist)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Para petani di Kabupaten Tulungagung dibuat resah dengan beredarnya pupuk yang diduga palsu. Hal ini diketahui setelah petani menggunakan pupuk bermerek Phonska tersebut untuk pertanian, dan hasilnya malah menguning.

[irp]

Baca juga: Tingkatkan Kesadaran Safety Riding dan Bangkitkan Semangat Pelajar, MPM Honda Jatim Gelar School Roadshow

Awalnya petani tidak menaruh kecurigaan sama sekali. Pasalnya pupuk itu dikemas dalam karung pupuk subsidi yang dijual di salah satu toko. Namun diakui, bahwa toko tersebut memang bukan merupakan distributor resmi pupuk bersubsidi.

"Tidak curiganya itu karena pupuk sekilas mirip dengan pupuk asli. Dan setelah digunakan ternyata hasilnya jelek, tidak seperti biasanya. Tanaman malah menguning," jelas Ketua Kelompok Tani Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung, Samsuri pada Sabtu (7/11/2020).

Dengan kejadian ini sehingga petani terpaksa harus memulihkan kondisi tanamannya. Mereka pun mengaku sangat dirugikan dengan beredarnya pupuk diduga palsu itu.

Baca juga: Bawa Semangat Sportivitas, Honda DBL 2026 East Java – South Resmi Bergulir Jadi Wadah Potensi Pelajar di Malang

Menurutnya, pupuk diduga palsu ini sudah beredar sejak satu bulan terakhir. Untuk mendapatkan pupuk tersebut, petani harus merogoh kocek mulai Rp 170 ribu sampai Rp 190 ribu setiap sak pupuk.

Selanjutnya diungkapkan bahwa dalam musim tanam Oktober 2020-Maret 2021 (Okmar) ini, para petani sedang membutuhkan banyak pupuk. Tapi jatah pupuk subsidi dari pemerintah diakui terbatas.

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

"Makanya (petani) cari tambahan termasuk pupuk non subsidi," tambah Samsuri.

Sementara itu, pihak Petrokimia Gresik (PG) hingga berita ini dituliskan belum dapat dikonfirmasi. Bagian Humas PG, Edri saat dikirim pesan melalui WhatsAppnya di nomor 0822333xxxxx tak ada jawaban. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru