KLIKJATIM.Com | Surabaya - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah angkatan kerja Jawa Timur pada Agustus 2020 sebanyak 22,26 juta orang, naik 396,37 ribu orang atau naik 1,81 persen dibanding Agustus 2019 sebanyak 21,87 juta orang. Sejalan dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik 0,72 poin.
[irp]
Baca juga: Kafilah Gresik Kembali Pertahankan Juara Umum MTQ XXXI di Jember
Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan, mengungkapkan bahwa dalam setahun terakhir, pengangguran bertambah 466,02 ribu orang dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) naik 2,02 persen poin menjadi 5,84 persen pada Agustus 2020.
“Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 11,89 persen,” ujar Dadang Hardiwan dalam konferensi pers melalui vidio live virtual, Kamis (05/11/2020)..
Sementara tutur Dadang penduduk yang bekerja sebanyak 20,96 juta orang, berkurang sekitar 69,65 ribu orang dari Agustus 2019. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja terutama disektor pertanian (1,73 persen poin). Disusul sektor perdagangan (0,51 persen poin), serta akomodasi dan makan minum (0,39 persen poin).
Baca juga: Bea Cukai Gresik Musnahkan 4,3 Juta Batang Rokok Ilegal
“Sebaliknya, lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan persentase utamanya pada Industri pengolahan (1,23 persen poin), konstruksi (0,47 persen poin), dan jasa pendidikan (0,39 persen poin),” kata Dadang.
Sedangkan penduduk yang bekerja di kegiatan formal pada Agustus 2020 sebanyak 7,62 juta orang (36,36 persen). Sebaliknya, terdapat 13,34 juta orang (63,64 persen) bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir, persentase penduduk bekerja di kegiatan formal turun 3 persen poin.
Baca juga: KEK JIIPE Gresik Catat Investasi Hingga Triwulan I-2025 Capai Rp 87 Triliun
“Dalam kurun waktu setahun terakhir, persentase pekerja setengah penganggur naik 3,76 persen poin dan persentase pekerja paruh waktu naik 3,01 persen poin,” paparnya.
Menurutnya, terdapat 4,23 juta orang penduduk usia kerja yang terdampak covid-19 atau 13,36 persen, Mereka terdiri dari pengangguran karena covid-19 (318,61 ribu orang), bukan angkatan kerja karena covid-19 (112,43 ribu orang). Sementara tidak bekerja karena covid-19 (252,57 ribu orang) dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena covid-19 (3,55 juta orang. (hen)
Editor : Redaksi