KLIKJATIM.com I Surabaya- Program penanganan gizi buruk di Jatim menjadi salahsatu prioritas Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Sayangnya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jatim dr Kohar Hari Santoso tak hafal besaran anggarannya.
"Angkanya (anggaran khusus untuk penanganan gizi buruk, red) saya ndak hafal ya," katanya saat ditemui di Surabaya, Rabu (28/8/2019).
[irp]
Dr Kohar menjelaskan, terkait anggaran yang dikhususkan untuk penanganan gizi buruk memang dialokasikan untuk pemberian makanan tambahan. Selain itu, kata Kohar, pihaknya juga membuat komitmen kepada seluruh kepala daerah, baik Kota maupun Kabupaten di Jatim. Tujuannya, untuk pencegahan agar tidak sampai ada kurang gizi.
"Dan kita terus terang berhati-hati jangan sampai salah langkah. Dan memang ada data yang harus dikoreksi," dalihnya.
Baca juga: HUT ke-81 RI di Grahadi, Khofifah Buka 4.000 Kuota Gratis untuk Masyarakat
[irp]
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Daim, geram dengan kinerja dinkes. Padahal, angka stunting (gangguan pertumbuhan anak akibat gizi buruk) di Jatim masih di angka 30 persen.
Baca juga: Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-87 di Tuban, Sembako Dijual di Bawah Harga Pasar
"Sekarang Sudah 8 bulan masa anggaran 2019 berjalan, tapi cuma terserap 2,03 persen saja, Ini sungguh sangat disayangkan,” katanya. (try/mkr)
Editor : Redaksi