Kadinkes Jatim Tak Hafal Anggaran Penanganan Gizi Buruk

klikjatim.com
Kepala Dinas Kesehatan Jatim, dr Kohar Hari Santoso. (try/klikjatim.com)

KLIKJATIM.com I Surabaya- Program penanganan gizi buruk di Jatim menjadi salahsatu prioritas Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Sayangnya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jatim dr Kohar Hari Santoso tak hafal besaran anggarannya.

"Angkanya (anggaran khusus untuk penanganan gizi buruk, red) saya ndak hafal ya," katanya saat ditemui di Surabaya, Rabu (28/8/2019).

Baca juga: Khofifah Sambut 120 Siswa ADEM Repatriasi, Tekankan Pendidikan Berkualitas dan Penguatan Nasionalisme

[irp]

Dr Kohar menjelaskan, terkait anggaran yang dikhususkan untuk penanganan gizi buruk memang dialokasikan untuk pemberian makanan tambahan. Selain itu, kata Kohar, pihaknya juga membuat komitmen kepada seluruh kepala daerah, baik Kota maupun Kabupaten di Jatim. Tujuannya, untuk pencegahan agar tidak sampai ada kurang gizi.

"Dan kita terus terang berhati-hati jangan sampai salah langkah. Dan memang ada data yang harus dikoreksi," dalihnya.

Baca juga: Hari Keluarga Nasional Ke-33, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Ketahanan Melalui Kehadiran Ayah dan Kolaborasi Pengasuhan

[irp]

Sebelumnya,  Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Daim, geram dengan kinerja dinkes. Padahal, angka stunting (gangguan pertumbuhan anak akibat gizi buruk) di Jatim masih di angka 30 persen.

Baca juga: Legislator DPRD Jatim Desak Pemerintah Akhiri Antrean BBM di Madura

"Sekarang Sudah 8 bulan masa anggaran 2019 berjalan, tapi cuma terserap 2,03 persen saja, Ini sungguh sangat disayangkan,” katanya. (try/mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru