KLIKJATIM.Com | Surabaya--Panggung untuk pengembangan minat dan bakat pemuda di Surabaya hingga saat ini belum mendapatkan perhatian pemerintah. Calon Wali Kota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin tergugah menyediakan fasilitas panggung kreasi bagi pemuda Surabaya.
[irp]
Baca juga: Ratusan Calhaj Sumenep Berstatus Risiko Tinggi, Pengawasan Kesehatan Diperketat
Di antara yang belum mendapat sentuhan pemerintah, yakni panggung e-sport bagi pemuda. Padahal, potensi e-sport di Surabaya sangat bagus dan tinggi peminatnya.
Mantan Kapolda Jatim itu mengatakan, akan menyiapkan infrastruktur serta kebijakan agar para pemuda di Surabaya bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki.
"Saya akan wujudkan adanya infrastruktur yang bisa mendukung industri kreatif anak muda di Surabaya. Tidak hanya fisik, pemerintah juga harus hadir untuk mewujudkan adanya ekosistem industri kreatif," kata Machfud, Jum'at (30/10/2020).
Anak muda di Surabaya, kata Machfud, belum mendapatkan fasilitas yang semestinya untuk mengembangkan minat dan bakat mereka. Bahkan, panggung bagi mereka tidak ada.
"Voli saja kalau mau internasional harus di Gresik. Sarana bagi pelaku bisnis rintisan kuliner, fashion, seni, dan bidang lainnya, juga kurang baik. Itu nantinya menjadi konsentrasi saya," ujarnya.
Baca juga: Said Abdullah Ingatkan Disiplin Kader, Cak Fauzi Bidik 15 Kursi DPRD Sumenep
Karena itu, Machfud berjanji akan membangun satu distrik kreatif dan inovatif untuk mewadahi seluruh kebutuhan itu. Dikatakannya, di kawasan itu nanti terintegrasi sejumlah fasilitas untuk anak muda mengembangkan minat dan bakat.
"Nanti ada distrik fashion, ada distrik kuliner, distrik art and media sampai esports stadion," jelas Machfud.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan membangun e-sport stadion berkelas internasional pertama di Indonesia. Menurutnya, selain perlombaan e-sports, bisa juga digunakan untuk voli, basket, panggung kesenian dan musik, maupun kegunaan lain.
"Pendapatan pemain e-sports di Indonesia bisa mencapai jutaan hingga ratusan juta sebulan. Apalagi e-sports kini juga sudah menjadi cabor di Asian Games maupun SEA Games," katanya.
Sementara CEO PT DBL Indonesia Azrul Ananda menjelaskan, banyak pebisnis muda di Surabaya dan Indonesia pada umumnya ditemukan, bukan diciptakan oleh satu sistem yang bagus. "Seharusnya pebisnis itu diciptakan, melalui kebijakan dan dorongan pemerintah. Ide Pak Machfud membangun creative and innovative district akan mendorong hal itu," katanya.
Menurutnya, Surabaya butuh banyak panggung untuk menampilkan minat dan bakat. Apalagi, Surabaya adalah kota yang sangat muda. Warga yang berusia di bawah 35 tahun proporsinya sekitar 50 persen.
"Ini harus menjadi fokus pemerintah, kalau tidak bisa mendapatkan panggung dan ekosistem untuk mengembangkan minat dan bakatnya, anak muda itu akan pindah ke kota lain," pungkas Azrul. (mkr)
Editor : Redaksi