Habit 3M Mulai Tertanam di Masyarakat, Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Gresik Meningkat

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Para pekerja tampak mematuhi protokol kesehatan di lingkungan kerjanya. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Intervensi kesehatan lingkungan melalui pembiasaan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak) memberikan dampak signifikan dalam menekan angka persebaran Covid-19 di Gresik. Bahkan perkembangan Kabupaten Gresik saat ini sudah dinyatakan masuk zona kuning.

[irp]

Baca juga: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Gubernur Khofifah: Organda Punya Peran Strategis di Balik Angka Ini

Juru bicara (Jubir) percepatan penanganan Covid-19 Gresik, drg. Saifudin Ghozali menjelaskan, sekarang kebiasaan 3M sudah mulai menjadi habit baru masyarakat Gresik. Jika hal ini terus berjalan, pihaknya optimis bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan status Gresik dari zona kuning menjadi zona hijau.

"Saat ini Gresik sedang berada dalam zona kuning. Alhamdulillah, tetap bertahan di zona kuning dan untuk meningkat ke zona hijau maka dibutuhkan kedisiplinan tinggi oleh masyarakat dalam menjaga kebiasaan 3M," tuturnya kepada klikjatim.com, Kamis (29/10/2020).

Perlu diketahui ada empat kategori wilayah terkait penyebaran Covid-19. Antara lain wilayah risiko tinggi yang ditandai dengan zona merah, risiko sedang ditandai dengan zona oranye. Kemudian risiko rendah dengan zona kuning, dan zona hijau yang menjelaskan bahwa kabupaten/kota tersebut tidak atau belum terdampak.

Baca juga: Pertama di Indonesia, Khofifah Resmikan Karantina Terpadu Jatim: Hub Logistik Penguat Gerbang Baru Nusantara

Seperti dilansir dari Color Zone Pandemic Response Version 2 yang dipublikasikan oleh Chen Shen dan Yaneer Bar-Yam pada laman New England Complex Systems Institute pada bulan Maret lalu (2/3/2020), zona kuning berarti negara atau daerah dengan beberapa kasus penularan lokal. Tetapi tanpa kelompok penularan komunitas. Dengan demikian risiko penularan tergolong rendah.

Namun pemerintah dan masyarakat setempat diharuskan menerapkan protokol kesehatan, mengeluarkan imbauan keselamatan pribadi termasuk jarak sosial, mencuci tangan, dan etika bersin, dan mendesak warga untuk menghindari pertemuan yang tidak penting. Utamanya di ruang tertutup, serta memberikan perlindungan maksimal untuk staf medis.

Sedangkan zona oranye berarti negara atau wilayah yang berdekatan dengan zona merah, atau dengan klaster penyebaran kecil. Risiko penularan di wilayah oranye tergolong sedang. Pemerintah dan masyarakat setempat diharuskan menerapkan protokol kesehatan, menunda atau membatalkan pertemuan yang tidak penting, mendisinfeksi tempat umum dengan cairan disinfektan, melakukan tes secara aktif kepada semua orang dengan gejala Covid-19.

Baca juga: Perkuat Bank Jatim, Gubernur Khofifah Gandeng Maybank Islamic Malaysia Bangun Ekosistem Halal Global

Ghozali mengingatkan, bahwa peningkatan status dari zona oranye ke kuning akan tidak berguna bila masyarakat lengah. "Mari kita selalu menjaga kesehatan pribadi dan orang lain dengan membiasakan 3M," imbaunya.

Sementara itu berdasarkan data yang dirilis satuan tugas (Satgas) percepatan penanganan Covid-19 Gresik pada hari Kamis (29/10/2020) ini masih ada penambahan tujuh kasus positif baru. Walaupun begitu, tapi tingkat kesembuhan pasien positif Covid-19 lebih banyak, yakni delapan orang. Dengan adanya penambahan pasien sembuh ini, maka data keseluruhan pasien sembuh di Gresik mencapai 3.217 orang. (nul)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru