Kompensasi Air Keruh PDAM Gresik, PT Air Bersih Janji Dibicarakan

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Manajemen PT Air Bersih menunjukkan bak penampung air sumber dari Umbulan, Pasuruan.

KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Komplain PDAM Giri Tirta kepada penyedia air sumber Umbulan, Pasuruan, PT Air Bersih dan PT Meta Adhya Tirta ditanggapi dingin. Kedua perusahaan yang memasok air bersih kepada PDAM Giri Tirta ini berjanji akan membicarakan kompensasi dengan direksi.

[irp]

Baca juga: Siapa Bilang Job Fair Hanya Formalitas, Afisiana Buktikan Dirinya Diterima Kerja

Janji kompensasi atas kekeruhan air tersebut pernah disampaikan kedua BUMD milik Pemprov Jatim ini kepada PDAM Giri Tirta pekan lalu. Dan hingga kini, kompensasi yang atas komplain air kotor belum ada tindak lanjutnya.

Manager Operasional PT Meta Adhya Tirta Yusman saat ditemui di instalasi Umbulan mengatakan, untuk kompensasi masih dibicarakan. Dia malah menyebut air sumbur dari Umbulan merupakan air bersih terbaik.

“Air dari sumber umbulan ini terbaik, sudah diakui secara internasional. Jika syarat untuk air minum itu 5 NTU, air di sini tanpa diolah kadarnya sudah 0,1 NTU,” terang Yusman saat ditemui di instalasi Umbulan.

Pihaknya menjelaskan, selama hampir tiga tahun berjalan ini, pasokan air dikirim ke lima kabupaten/kota. Antara lain Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik. Untuk sampai ke wilayah Gresik, setidaknya terpasang pipa sepanjang 97,3 kilometer.

Baca juga: Kurikulum Vokasi Diminta Adaptif, Industri Gresik Butuh SDM Kompeten

“Planing SPAM Umbulan akan menyuplai air dengan debit 4.000 liter perdetik. Air sebanyak itu akan dibagi 800 liter perdetik di wilayah Kabupaten dan Kita Pasuruan, 1.200 liter perdetik wilayah Kabupaten Sidoarjo, masing-masing 1.000 liter perdetik untuk wilayah Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik,” tambahnya.

Terkait kondisi kekeruhan air beberapa hari ini, Yusman menyebut hal tersebut under estimate. Sebab, suplai selama ini dilakukan sebesar 700-800 liter per detik. Kemudian lambat laun suplai ditingkatkan menyesuaikan permintaan, menjadi 1000 liter perdetik. Hal inilah yang diduha menjadi penyebab sedimentasi dalam pipa larut dan menyebabkan keruhnya air.

Senada Kepala Bidang Keuangan dan Perencanaan PTAB Provinsi Jawa Timur Utoyo mengatakan Menurutnya, sebelumnya kecepatan air yang dikirim hanya setengah meter per detik. Sangat lambat, sehingga arus air belum cukup kuat untuk menggerus sedimentasi.

Baca juga: Pemkab Gresik Salurkan Bantuan Modal Rp215 Juta dan Siapkan Lahan Relokasi bagi PKL Semambung

“Setelah kapasitas dinaikkan menjadi 1.000 liter perdetik. Kecepatan laju air bertambah, dan kemungkinan membuat sedimentasi tergerus dan membuat airnya menjadi keruh,” tuturnya pada kesempatan yang sama.

Utoyo menegaskan, pihaknya terus melakukan upaya bersama PT Meta Adhya Tirta Umbulan untuk memperbaiki keadaan. Serta membuat hal ini sebagai pembelajaran sehingga ke depan tidak terjadi hal-hal serupa.

Terkait kompensasi bagi para pelanggan PDAM Giri Tirta, Utoyo menyebut masih menjadi pembicaraan di tingkat direksi. Ketiga instansi akan terus berkoordinasi mencari jalan keluar agar suplai air kembali lancar dan bersih, serta terkait kompensasi. (hen)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru