Pabrik Padat Karya Ini Berhasil Tanamkan Kebiasaan 3M Kepada Pekerjanya

Reporter : Abdul Aziz Qomar

KLIKJATIM.Com I Gresik— Pada masa pandemi ini, pabrik dan perkantoran menjadi salah satu tempat yang beresiko terjadinya penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, sejak diberlakukannya PSBB, banyak perusahaan yang mengurangi atau bahkan menghentikan sama sekali intensitas produksinya. Namun seiring dengan mulai melandainya laju pandemi, banyak pabrik dan perusahaan yang kembali beraktivitas normal demi agenda pemulihan ekonomi, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

[irp]

Baca juga: Ubah Pola Bansos ke Pemberdayaan, Pemkab Lamongan Berhasil Entas 294 Kepala Rumah Tangga Perempuan dari Kemiskinan

Pabrik Mie Sedap di bawah naungan PT Karunia Alam Segar (KAS) yang berlokasi di Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik ini bisa menjadi salah satu contoh. Dengan jumlah karyawan yang mencapai 17.000 Orang, perusahaan ini tetap beroperasi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

"Selama PSBB beberapa waktu lalu kami tetap diizinkan beroperasi karena mendapat pengecualian, sebab perusahaan kami bergerak di bidang pangan. Namun dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan dipantau langsung oleh Ibu Gubernur, bahkan beliau datang langsung sidak ke pabrik kami," cerita Human Resources and General Affair PT KAS Gresik, Peter Sindaru kepada klikjatim.com (27/10/2020).

Dengan ketentuan tersebut, manajemen PT KAS melakukan penyesuaian dalam ruang pabrik demi memenuhi ketentuan physical distancing (jaga jarak) antar karyawan.

"Dan juga kami perbanyak fasilitas tempat cuci tangan dan sabunnya sesuai jumlah karyawan," ujar Peter.

Baca juga: Warga Blitar Banjir Hadiah! MPM Honda Jatim Siapkan 3 Unit Honda PCX160 dalam Program Untukmu Konsumen Honda

Tidak hanya itu, sejak pekerja mulai memasuki pabrik, lanjut Peter, satu persatu harus melalui pengukuran suhu tubuh dan melewati marka jalan masuk pabrik yang sudah diatur sedemikian rupa untuk menjaga jarak antar karyawan.

"Pemberian Masker kita tambah, sebelum ada pandemi karyawan kami sudah wajib pakai masker, nah itu kita tambahi tiap karyawan, selain itu juga kita berikan hand sanitizer kepada masing-masing karyawan. Kita komitmen walau harus keluarkan anggaran tambahan," bebernya.

Salah satu pekerja pabrik yang ditemui usai pergantian shift, Zahratul Mawardah (23) membenarkan apa yang disampaikan Peter. Menurutnya, dalam pabrik situasi kerja sudah disesuaikan dengan protokol kesehatan.

Baca juga: Jatim Raih Rekor MURI, Gubernur Khofifah dan PTA Surabaya Luncurkan Aplikasi Satria Majapahit Juara

"Saya diberi hand sanitizer, kalau habis disuruh minta lagi. Jadi kebiasaan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dipantau benar oleh manajemen," tuturnya. (bro)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru