KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pawai bhinneka tunggal ika yang diselenggarakan Pemerintah Desa (Pemdes) Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, berlangsung meriah, Minggu (25/8/2019). Nampak Kapolres Lamongan, AKBP Febby DP Hutagalung serta Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono dan Kepala Desa (Kades) Bakalanpule, dengan didampingi Achmad Zamroni secara resmi melepas peserta pawai budaya yang bertemakan 'Merajut Perbedaan dalam Persatuan'.
Peserta pawai star dari depan kantor balai desa hingga finish di lapangan Kecamatan Tikung. “Ini merupakan inisiatif yang sangat bagus dari Kades Bangkalanpule, sehingga kami dari Polres Lamongan dan Kodim 0812 Lamongan ikut bergabung," ujar Kapolres Lamongan.
Baca juga: Terobos Banjir Bengawan Jero, MBG untuk Sekolah di Lamongan Dikirim Menggunakan Perahu
Menurutnya, dengan tema kebhinnekaan Indonesia yang belakangan ini agak sedikit berkurang, maka hal tersebut perlu diangkat lagi. Sehingga diharapkan masyarakat bisa lebih mengenal suku dan adat.
"Karena Indonesia ini sangat beragam,” tandasnya.
Kapolres juga berpesan, semua elemen harus tetap menjaga persatuan dalam kebhinnekaan. “Kami mewakili Lamongan dan Indonesia, bahwa saudara kita di Papua juga adalah saudara kami di Jawa dan merupakan satu bagian dari Bangsa Indonesia, yang tak terpisahkan dalam satu wadah NKRI yang beragam agama, suku, adat dan budaya,” paparnya.
Baca juga: Targetkan Angka Kemiskinan Turun ke 11,95 Persen, Pemkab Lamongan Perkuat Strategi Lintas Sektor
Sementara itu, Kepala Desa Bakalanpule, Achmad Zamroni mengaku, sangat bangga melihat antusias warganya yang ikut memeriahkan pawai budaya. "Tujuan kita selain memperingati HUT RI, juga menjaga kesatuan NKRI. Intinya, NKRI harga mati," kata Kades yang dikenal dengan ide kreatifnya tersebut.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 2 ribu warga dari 23 RT di Desa Bakalanpule. Mulai orang tua hingga remaja tumpah ruah, ikut memeriahkan acara yang mengakibatkan jalur poros Lamongan-Mojokerto macet beberapa saat.
Menariknya, peserta pawai juga terdapat warga asli Papua, Darjat Furu yang sudah tinggal selama 3 bulan bersama istrinya selaku orang Lamongan. Ia datang bersama anaknya yang masih berusia 6 tahun.
Baca juga: Gubernur Khofifah Apresiasi Integrated Farming Kodim 0812 Lamongan, Siap Replikasi di Seluruh Jatim
Saat ditemui mengungkapkan, rasa senang dan bangga dengan kegiatan pawai budaya tersebut. Karena budaya daerahnya bisa lebih dikenal dan bisa menunjukkan persatuan bangsa.
"Sangat senang dan bangga, karena budaya Papua bisa lebih dikenal masyarakat Indonesia, khususnya warga Lamongan. NKRI harga mati," tandasnya (bis/hen)
Editor : Redaksi