Pekan Ini Diprediksi Gelombang Tinggi, Nelayan Pacitan Sampai Banyuwangi Disarankan Libur Melaut

klikjatim.com
Ilustrasi gelombang tinggi. (ist)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Provinsi Jawa Timur kemungkinan dilanda fenomena anomali iklim La Nina dan Hidrometeorologi, disaat memasuki musim penghujan kali ini. Karena itu masyarakat diimbau agar tetap waspada.

[irp]

Baca juga: Apresiasi Loyalitas, MPM Honda Jatim Siapkan 6 Unit Honda PCX160 Khusus untuk Konsumen Banyuwangi

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak, Taufik Hermawan menerangkan, bahwa fenomena La Nina bukanlah badai. Namun merupakan fenomena perubahan cuaca karena naiknya suhu di laut pasifik, sehingga mengakibatkan bencana Hidrometeorologi.

"Akibat La nina yang paling utama adalah curah hujan naik sekitar 25 persen, sehingga berpotensi banjir di wilayah tertentu," jelasnya, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat

Dan dapat diketahui bahwa hidrometeorologi adalah bencana alam, yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi. Misalnya hujan lebat, angin kencang serta gelombang tinggi.

Taufiq juga mengungkapkan, dalam minggu ini diprediksi akan ada gelombang tinggi. Yaitu setinggi 3.5 meter di wilayah pesisir selatan. 

Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri

"Pesisir Selatan tersebut dari Pacitan sampai Banyuwangi. Maka nelayan harus mendapatkan informasi agar mereka waspada. Sementara jangan melaut dua hingga tiga hari ke depan," imbaunya.

"Dengan adanya La Nina ini, masyarakat diimbau agar tetap waspada, siap siaga dan tidak panik," tambah Taufiq. (nul)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru