Pekan Ini Diprediksi Gelombang Tinggi, Nelayan Pacitan Sampai Banyuwangi Disarankan Libur Melaut

klikjatim.com
Ilustrasi gelombang tinggi. (ist)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Provinsi Jawa Timur kemungkinan dilanda fenomena anomali iklim La Nina dan Hidrometeorologi, disaat memasuki musim penghujan kali ini. Karena itu masyarakat diimbau agar tetap waspada.

[irp]

Baca juga: Honda DBL 2026 East Java – North Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak, Taufik Hermawan menerangkan, bahwa fenomena La Nina bukanlah badai. Namun merupakan fenomena perubahan cuaca karena naiknya suhu di laut pasifik, sehingga mengakibatkan bencana Hidrometeorologi.

"Akibat La nina yang paling utama adalah curah hujan naik sekitar 25 persen, sehingga berpotensi banjir di wilayah tertentu," jelasnya, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: PLN UP2B Jawa Timur Gandeng Media Perkuat Pemahaman Publik tentang Pengelolaan Sistem Kelistrikan

Dan dapat diketahui bahwa hidrometeorologi adalah bencana alam, yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi. Misalnya hujan lebat, angin kencang serta gelombang tinggi.

Taufiq juga mengungkapkan, dalam minggu ini diprediksi akan ada gelombang tinggi. Yaitu setinggi 3.5 meter di wilayah pesisir selatan. 

Baca juga: Blitar BerStylo Bersama: Pererat Kebersamaan Pengguna New Honda Stylo 160

"Pesisir Selatan tersebut dari Pacitan sampai Banyuwangi. Maka nelayan harus mendapatkan informasi agar mereka waspada. Sementara jangan melaut dua hingga tiga hari ke depan," imbaunya.

"Dengan adanya La Nina ini, masyarakat diimbau agar tetap waspada, siap siaga dan tidak panik," tambah Taufiq. (nul)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru