Soal Pupuk Subsidi, Pemrov Tunggu Usulan Kabupaten/Kota di Jatim

klikjatim.com
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Hadi Sulistyo. (Dok/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Dinas Pertanian Provinsi Jatim masih belum bisa mengusulkan jatah pupuk subsidi ke Kementerian Pertanian (Kementan). Sebab, beberapa kabupaten/kota di Jatim belum mengusulkan kebutuhan pupuk bagi para petani.

[irp]

Baca juga: Dongkrak Daya Saing SDM, Kemnaker Buka PVN Batch 3 dengan Target 20 Ribu Peserta

"Kita masih mengusulkan ke Kementan (Kementerian Pertanian) nunggu usulan di kabupaten-kabupaten," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim Hadi Sulistyo, Selasa (20/10/2020).

Hadi menegaskan, saat ini besaran jumlah pupuk subsidi yang akan diajukan ke Kementan pun juga belum bisa ditentukan. Sebab, untuk mengajukan alokasi pupuk subsidi ke pusat berdasarkan usulan dari kabupaten/kota.

"Masih menunggu semua usulan dari kabupaten-kabupaten belum masuk semua, karena sebagai dasar usulan ke Kementan," tegas dia.

Baca juga: Kawal Program Prabowo, Ribuan Pekerja dan Pemilik SPPG Geruduk DPRD Jember Tolak Penutupan Dapur Gizi

Sementara itu, sebelumnya Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak juga telah menegaskan jika Pemprov Jatim optimis pengajuan tambahan kuota mendapatkan persetujuan oleh Kementan.

Kata Emil, pengajuan tambahan itu saat ini sedang dalam proses. Namun, dirinya juga tidak dapat memastikan berapa total tambahan pupuk subsidi untuk Provinsi Jatim. "Kita sudah melihat ada progres (penambahan pupuk subsidi)," ungkap Emil, Minggu (18/10/2020) lalu.

Seperti diketahui, di tahun 2020 sendiri, pupuk subsidi untuk Jatim dikurangi. Jatim hanya mendapat sekitar 2,2 juta ton saja. Padahal, di tahun sebelumnya Jatim mendapat jatah pupuk subsidi sebesar 2,7 juta ton.

Baca juga: Buka LKMM-TM Universitas Muhammadiyah, Pak Yes Beberkan Posisi Lamongan di Era Polycrisis

Karena itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga telah meminta penambahan pupuk bersubsidi ke Kementan sebanyak 650 ribu ton.

Sebab, diperkirakan pada musim penghujan pertama (MP I) yaitu bulan Oktober hingga Desember akan mulai terjadi kekurangan alokasi pupuk bersubsidi. dan gubernur juga sudah memastikan jika stok pupuk di Jatim aman. (mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru