KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Bupati Bojonegoro letakkan Api Abadi di pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro. Dalam acara ini api tersebut diambil dari wisata kayangan api yang letaknya di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Bojonegoro.
[irp]
Baca juga: Sinergi Kemnaker-FPPI: Buka Kran Akses Kerja dan Mandirikan Ekonomi Perempuan
Prosesi Penyemayaman api abadi ini sebelum di bawa ke Pemkab Bojonegoro terlebih dahulu dilakukan ritual mengelilingi sumber api abadi sebanyak tujuh kali yang dipimpin Camat Ngasem beserta Muspika Ngasem serta seluruh kepala Desa wilayah Kecamatan Ngasem sebanyak 17 Kepala Desa.
Kemudian setelah dilakukan ritual, api abadi tersebut dibawa oleh camat dan diserahkan oleh Bupati Bojonegoro Anna Muawanah dan dibawa ke pendopo Malowopati.
Setelah penyemayaman Api abadi Bupati Bojonegoro mengatakan, meskipun masih suasana covid-19 Pemkab Bojonegoro melakukan HJB dengan menerapkan protokol kesehatan. Untuk konsep ini berbeda pada tahun lalu, karena, masih suasana pandemi.
Menurutnya, untuk rangkaian tadi sudah ziarah ke leluhur dan ke bupati pertama. "Besok masih ada acara lagi upacara HJB," ungkap Anna Muawanah Senin (19/10/2020)
Baca juga: Dipicu Dendam Lama Soal PTSL, Dua Pria Lansia di Sampang Duel Hingga Babak Belur
Bupati Bojonegoro menambahkan, untuk tantangan ke depan ini yang mana masih di masa pandemi harus tetap semangat dan forkopimda terus selalu kompak untuk bekerja, karena harus melayani masyarakat.
Kemudian kedepanya akan memperbanyak kerja karya bakti berbasis desa. Terkait tema hari jadi bojonegoro yaitu, Kerja, Maju dan Prestasi Bersama.
"Kerja artinya bahwa kita harus bekerja memikirkan warga memberikan pelayanan terbaik dan maju karena kerja itu adalah orientasinya ada tujuannya dalam bekerja kita semangat untuk maju kemudian, prestasi bersama bahwa apa yang sudah sampai ini tidak lepas dari seluruh komponen PNS dan PNS termasuk warga dalam mendukung program pemerintah," pungkasnya.
Dalam Penyemayaman api abadi ini di hadiri jajaran Forkopimda Bojonegoro serta jajaran organisasi pemerintahan daerah (OPD). (bro)
Editor : M Nur Afifullah