Paslon nomor 3 Kelana Aprilianto - Dwi Astutik Akan Maksimalkan Sumberdaya Alam untuk Ketahanan Pangan Sidoarjo

klikjatim.com
Cawabup Sidoarjo, Dwi Astutik memaparkan visi dan misinya. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo - Program ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas Pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Sidoarjo nomor 3, Kelana Aprilianto - Dwi Astutik. Program ketahanan  pangan untuk masyarakat Sidoarjo, menurut Cawabup Dwi Astutik karena Sumber Daya Alam (SDA) sangat mendukung.

[irp]

Baca juga: Sinergi Bagi Negeri: MPM Honda Jatim Salurkan 18.440 Bibit Bunga Lewat Program One Sales One Seed

Menurutnya, besarnya potensi SDA di Sidoarjo harus diberdayakan dengan maksimal. Bunda Dwi, panggilan untuk Dwi Astutik bersama Kelana Aprilianto akan memberikan akses bagi para petani dan peternak ikan di tambak, untuk mendapatkan pupuk serta pakan ikan dengan harga terjangkau. Sehingga keuntungan yang didapatkan bisa lebih maksimal.

"Potensi besar di Sidoarjo dan sudah menjadi ikon Kota Delta adalah bandeng dan udang. Saya bersama pak Kelana akan memaksimalkan potensi produk-produk asli Sidoarjo, untuk peningkatan dan katahanan pangan di Sidoarjo," ujarnya.

Baca juga: Kendalikan Inflasi Awal Tahun, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Deket Lamongan

Cawabup yang juga Wakil Sekretaris Muslimat Jawa Timur itu menambahkan, bahwa untuk mengolah SDA dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil. Dengan begitu akan menghasilkan produk yang unggul dan layak jual untuk meningkatkan perekonomian di Sidoarjo.

Selaras dengan program Paslon nomor 3, Qurota'ayun yang merupakan Hafidza sekaligus petani dan peternak ikan Sidoarjo mengungkapkan, akan mendukung Paslon Kelana Aprilianto - Dwi Astutik. Karena mereka memiliki program spektakuler untuk ketahanan pangan di Sidoarjo.

Baca juga: MPM Honda Jatim Gelar Night Ride Bareng Komunitas Malang-Blitar, Uji Performa Vario 125 di Malam Hari

Ia menambahkan, selama ini yang menjadi permasalahan adalah suplai pupuk yang terlambat dan harganya yang tidak terjangkau untuk sektor pertanian. Sedangkan di sektor peternak ikan di tambak, harga pakan ikan yang mahal seringkali menjadi momok sehingga hal ini perlu mendapatkan solusi dari pemerintah daerah.

"Saya mendukung program Pak Kelana dan Bunda Dwi. Ke depan, kami berharap ada kemudahan akses baik untuk mendapatkan pupuk atau pakan ikan. Oleh karena itu kami yang berprofesi petani dan peternak ikan di tambak akan turut mengantarkan langkah paslon nomor 3 ke Pendopo," ujar Quroata'ayun. (nul)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru