KLIKJATIM.Com | Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mempunyai produk baru yang bisa mempercepat pekerjaan. Hal ini sesuai dengan komitmen perusahaan untuk menjadi yang terdepan di industri bahan bangunan.
[irp]
Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat
Inovasi SIG ini diproduksi melalui unit usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) dengan varian baru semen dynamix yang bernama Dynamix Masonry. Ini adalah produk semen khusus untuk aplikasi non struktural seperti pasangan (bata, keramik, batako) plesteran, acian, profil dan sudut. Saat ini Dynamix Masonry juga tersedia di toko-toko bangunan di Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Baca juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri
Direktur Marketing dan Supply Chain SIG, Adi Munandir menjelaskan, Dynamix Masonry hadir sebagai pilihan konsumen untuk mendapatkan kualitas bangunan bermutu dengan harga terjangkau. Produk ini memiliki keunggulan berupa dry control agent, inovasi untuk menghasilkan adukan yang lebih pulen, waktu kering yang pas serta daya rekat yang baik sehingga pekerjaan cepat selesai dan memberikan hasil yang tahan lama.
“Penggunaan produk aplikasi yang tepat guna akan memberikan keuntungan maksimal, tidak hanya efisien dari segi biaya pembangunan, Dynamix Masonry juga membantu pemilik rumah atau proyek untuk membangun dengan lebih cepat dan bangunan lebih tahan lama. Bagi tukang atau kontraktor, tentunya ini berarti membantu meningkatkan produktifitas dan mengurangi perbaikan,” kata Adi Munandir.
Baca juga: Perkuat Semangat Kebersamaan Iduladha, MPM Honda Jatim Salurkan Puluhan Hewan Kurban
Sementara itu, Presiden Direktur SBI, Aulia Mulki Oemar mengungkapkan, diluncurkannya Dynamix Masonry ini adalah realisasi dari semangat inovasi perusahaan yang tiada henti. "Semangat inilah yang membedakan SBI dengan para pesaingnya. SBI berharap rangkaian produk Dynamix ini akan membawa perubahan lebih baik dan menjadi jawaban atas segala dinamika kebutuhan bahan bangunan dan pembangunan di Indonesia," pungkasnya. (hen)
Editor : M Nur Afifullah