Tolak Omnimbus Law, Ratusan Pelajar STM Jebol Pagar Grahadi Surabaya

klikjatim.com
Salahsatu pelajar STM membnetangkan bendera usai merobohkan pagar Gedung Negara Grahadi dalam aksi unjuk rasa menolak pengesahan UU Omnimbus Law, Kamis (8/10/2020).

KLIKJATIM.com | Surabaya - Aksi unjukrasa menolak pengesahan UU Omnimbus Law, tidak hanya dlakukan buruh, namun juga pelajar SMA dan STM, Kamis (8/10/2020). Bahkan saat beraksi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, puluhan pelajar putih abu-abu ini berhasil menjebol pagar pintu masuk dan merengsek ke dalam halaman.

[irp]

Baca juga: Kafilah Gresik Kembali Pertahankan Juara Umum MTQ XXXI di Jember

Massa gabungan buruh dan mahasiswa serta pelajar veraksi mencoba masuk di area atau halaman Gedung Negara Grahadi, sejak pukul 13.30. Mereka kemudian memenuhi Jl Gubernur Soerjo dan berusaha masuk ke dalam gedung Grahadi.

Namun aksi mereka tertahan barikade aparat keamanan. Massa melempari para petugas yang berjaga di area tersebut. Beruntung petugas gabungan yang terdiri dari TNI-POLRI itu masih bisa meredam amarah para demonstran.

"Jalok tolong, mundur.. mundur.. salam satu nyali," teriak seorang korlap di atas pagar Gedung Negara Grahadi, Kamis (8/10/2020).

Sebelum berhasil merobohkan pagar, para massa juga melakukan pelemparan ke arah Gedung Grahadi. Mereka melempar Botol plastik, botol kaca, sendal dan barang-barang yang ada di sekitar lokasi

Baca juga: Bea Cukai Gresik Musnahkan 4,3 Juta Batang Rokok Ilegal

Para pelajar STM atau SMK ini mengaku kedatangannya bergabung dengan para buruh dan mahasiswa untuk membantu menyuarakan penolakan UU Ombnimbus Law, yang mereka yakini bakal menyengsarakan orang tuanya yang bekerja sebagai buruh. "Saya disini ikut bantu kakak-kakak Mahasiswa para aktivis tolak Omnibus Law," ujar Dwi salah seorang anak SMK asal Surabaya.

[caption id="attachment_36001" align="alignnone" width="300"] Kendati dihalangi barikade aparat keamanan, namun pengunjukrasa tetap merengsek masuk ke halaman gedung Grahadi Surabaya.[/caption]

Keikutsertaan mereka melakukan demo bersama para serikat buruh dan para mahasiswa di Gedung Negara Grahadi ini karena mereka merasa prihatin. "Kasihan bapak. Bapaknya anak-anak yang jadi buruh," tegasnya.

Baca juga: KEK JIIPE Gresik Catat Investasi Hingga Triwulan I-2025 Capai Rp 87 Triliun

Siswa asal SMKN di Surabaya itu juga mengaku, ia bersama teman-temannya berkumpul di kawasan Kedungdoro, Surabaya pagi tadi dan selanjutnya gabung bersama ribuan peserta demonstrasi lainnya. "Tadi sama teman-teman kumpul di Kedungdoro. Ada banyak, ribuan anak STM ikut di sini," pungkasnya.

Dari pantauan di lokasi, ratusan petugas dari TNI-Polri masih berjaga di depan pintu gerbang Gedung Negara Grahadi Surabaya. Dan para demonstran di barisan depan yang didominasi oleh anak-anak STM tersebut masih menduduki pagar yang berhasil mereka robohkan. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru