KLIKJATIM.Com | Jember – Calon Bupati Jember, dr. Faida telah menyapa warga Desa Rowo Indah, Kecamatan Ajung, Jumat (2/10/2020). Kedatangan calon petahana tersebut untuk mendengar dan menyerap aspirasi warga di wilayah setempat dengan tetap menerapakan protokol kesehatan (prokes).
[irp]
Baca juga: INKA Ekspor Lagi 2 Unit Lokomotif ke Australia, Sinergi BUMN Tembus Pasar Global
"Bismillah, mohon doa dan dukungannya untuk seluruh warga masyarakat Jember untuk 1 periode lagi," kata Faida.
Menurutnya, kemanusiaan itu sangat dalam politik seperti halnya ajaran Gus Dur. Dengan tetap memegang teguh prinsip ini, maka kondisi Jember dalam tahun politik 2020 senantiasa memprioritaskan kemanusiaan pada setiap perilaku politiknya.
"Politik itu penting, tapi seperti yang dikatakan presiden keempat Gus Dur, yang lebih penting dari politik itu adalah kemanusiaan," ujarnya.
Baca juga: Kabupaten Sumenep Pimpin Daerah Berinflasi Terendah di Jawa Timur pada Juni 2026
Dalam membantu masyarakat, sambung Faida, prinsip utamanya adalah kemanusiaan. Itu yang membuat dirinya tidak perhitungan dan pilah-pilih dalam memberikan manfaat kepada masyarakat Jember selama 4-5 tahun kepemimpinannya.
"Kalau urusan sosial-kemanusiaan, tidak usah bertanya partai apa dan pilihan. Urusan kemanusiaan ya urusan aksi kemanusiaan di lapangan, kalau perlu dibantu ya harus dibantu. Apa kalau ada orang sakit, mau panggil ambulan masih tanya sampeyan pilih siapa? Tidak usah ikut kisruh-kisruh politik, saya titip ya orang Rowo Indah," ungkapnya.
Dikatakan, saat ini masyarakat membutuhkan wajah politik yang berbeda. Yaitu politik kemanusiaan. Hal itu yang kemudian mengingatkan dirinya akan kepemimpinan Gus Dur.
Baca juga: Tembus Pasar Global, Gubernur Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng Banyuwangi
Dari contoh itulah, seorang pemimpin sejatinya bertugas untuk melayani rakyat. Bukan malah sebaliknya.
"Dan barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, membantu kesusahan orang lain, pasti Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat," tandasnya. (nul)
Editor : Abdus Syukur