10 Tahun Pemeritahan Bupati Sambari Komitmen Prioritaskan Sektor Kesehatan

klikjatim.com
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menyaksikan penyerahan komitmen manajemen RS Eka Husada dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

KLIKJATIM.Com | Gresik - Bupati Gresik Sambari Halim Radianto kembali mempertegas komitmennya dalam memajukan sektor kesehatan di Kabupaten Gresik. Melalui serangkaian kebijakannya, selama 10 tahun dia memimpin Pemkab Gresik, dia telah membangun puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah, merevitalisasi pustu, klinik dan ponkesdes, serta mempemudah perizinan bagi swasta yang hendak mendirikan rumah sakit.

[irp]

Baca juga: Perkuat Transformasi Digital ASN, Pemkab Gresik Gandeng Kementerian Komdigi Gelar Government Transformation Academy 2026

"Selama saya memimpin pemerintahan bersama Pak Qosim (Wabup Gresik, Red), sektor kesehatan justru menjadi prioritas kami dalam membangun Gresik," kata Bupati Sambari Halim Radianto saat meresmikan RS Eka Husada di Jl Raya Menganti.

Sambari menyebutkan, sejak 2010 hingga 2020, sudah ada 27 Puskesmas Pembantu (74), kemudian pondok kesehatan desa (ponkesdes) terdapat 250 unit di seluruh Kabupaten Gresik. Sementara puskesmas keliling (Puslin) ada di 32 titik. Pos pelayanan terpadu sudah terbentuk di 1.513 titik di seluruh desa di Gresik.

Untuk layanan rumah sakit, hingga kini sudah didirikan 71 klinik kesehatan terdiri dari . Klinik Rawat Inap 8 unit dan 63 unit Klinik Rawat Jalan. Sementara rumah sakit yang sudah ada di Gresik total mencapai 19 unit. Rinciannya RS kelas B ada 1 , kelas C ada 8 dan kelas D ada 10 rumah sakit.

[caption id="attachment_35185" align="aligncenter" width="760"] Bupati Sambari Halim Radianto didampingi Wabup Qosim meresmikan RSUD Umar Masud di Sangkapura,yang menjadi satu-satunya rumah sakit di Pulau Bawean.[/caption]

"Dan rumah sakit ini tersebar merata mulai dari Pulau Bawean kami bangun RS Umar Masud. Kemudian di kawasan Gresik Kota ada RSUD, RS Petrokimia, RS Semen Gresik, RS Muhamadiyah, RS Denisa, RS Nyi Ageng Pinatih," ujar bupati.

Bupati Gresik melanjutkan di wilayah Gresik Selatan ada RS Wali Songo dan RS Wates Husada di Kecamatan Balongpanggang, kemudian RS Aisiyah di Menganti, RS Satelit Petrokimia Gresik di Driyorejo serta RS Eka Husada yang baru saja saya resmikan ini. Sementara di wilayah Utara ada RS Fatma Medika di Kecamatan Manyar, RS Mabarot Bungah serta RS Muhamadiyah di Sekapuk, Ujung Pangkah.

Baca juga: Bupati Gresik Berangkatkan 376 Jamaah Haji Kloter 46

"Hingga saat ini jumlah ketersediaan tempat tidur rawat inap seluruh rumah sakit yang ada di Gresik mencapai 1.641 bed. Sehingga dengan tambahan rumah sakit yang baru ini, yakni RS Eka Husada ada tambahan 100 bed, maka jumlah keseluruhan hingga 1 Oktober 2020 ini ada 1.741 bed rawat inap," sebut Bupati Sambari Halim Radianto didampingi Kadinkes Gresik, drg Saifudin Gozali.

Selain rumah sakit, di Gresik total hingga kini terdapat 175 apotek. Untuk tenaga kesehatan cukup banyak terdiri dari 423 dokter umum, 77 dokter spesialis, 591 bidan dan 875 perawat. Para tenaga kesehatan tersebut jumlahnya masih mencukupi dengan kebutuhan yang ada, termasuk melayani pasien Covid-19 yang hingga masih menjalani perawatan hingga kini ada 621 orang.

[caption id="attachment_35184" align="alignright" width="418"] Bupati Sambari saat menginspeksi kesiapan RS Covid Lapangan di Stadion Gelora Joko Samudro.[/caption]

Sementara dalam penanganan Covid-19, Sambari menegaskan, bahwa Kabupaten Gresik tidak hanya menyediakan 16 rumah sakit rujukan, namun juga menyiapkan 200 tempat tidur untuk perawatan pasien terkonfirmasi kategori OTG di Pondok Rehabilitas Pasien (PROP) Stadion Gelora Joko Samudro.  "Mungkin hanya di Kabupaten Gresik yang menyediakan rumah sakit lapangan di Stadion Gejos untuk mengantisipasi kenaikan pasien Covid-19. Dan Alhamdulillah, meski ada 200 bed, namun yang menghuni RS lapangan di Stadion Gejos ini baru 9 orang. Meski demikian, soal penanganan pasien, sekali lagi ini menjadi prioritas kami dalam menanganinya dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada warga Gresik," ujar Bupati Sambari.  

Baca juga: Lepas Jamaah Haji Kloter 46, Bupati Gresik Berpesan untuk Fokus Ibadah dan Jaga Kesehatan

Lebih lanjut Bupati Sambari menjelaskan, perizinan di sektor kesehatan juga dipermudah, tentunya dengan disertai kelengkapan persyaratan. Operasional RS Eka Husada di Menganti ini menjadi bukti komitmen Pemkab Gresik dalam mempudah perizinan untuk sektor kesehatan. Tambahan rumah sakit ini juga akan mempermudah masyarakat mengkases masalah kesehatan. 

[caption id="attachment_35187" align="aligncenter" width="761"] Bupati Sambari menjenguk pasien anak di RSUD Ibnu Sina sekaligus memantau sarana parasaran di rumah sakit milik Pemkab Gresik dalam memberikan pelayanan kepada warga.[/caption]

Kata Bupati, Program Kesehatan adalah yang paling utama. Dia berharap, semoga dengan diresmikannya RS Eka Husada yang terletak di Jalan Raya Menganti Gresik ini akan semakin meningkatkan pemerataan pelayanan Kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Gresik. (*)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru