Pramuka Diminta Pilih Pangan Lokal Ketimbang Impor

Reporter : Wahyudi
Apel besar hari pramuka ke 58 tahun 2019 yang digelar di Alun-alun Lamongan. (Achmad Bisri/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Lamongan - Peringatan Hari Pramuka ke 58 ditandai dengan apel besar di Alun-alun Lamongan, Rabu (14/8/2019). Pada kesempaten tersebut Bupati Lamongan, Fadeli selaku pembina apel mengimbau kepada seluruh anggota pramuka untuk selalu memupuk kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bentuk kecintaan itu bisa diwujudkan dalam banyak aspek kehidupan. Seperti keberpihakan kepada petani. Bisa dilakukan dengan terus bertekad tidak mengonsumsi produk pertanian dan pangan impor dan beralih kepada produk lokal.

Baca juga: Susun RKPD 2027, Pemkab Lamongan Fokus Percepatan Infrastruktur Ekonomi dan Transformasi Bansos ke Pemberdayaan

[irp]

“Ini merupakan wujud kecintaan segenap anggota pramuka kepada NKRI dan para petani Indonesia,” kata Fadeli, saat membacakan sambutan Ketua Kwarnas Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso.

Baca juga: Tak Perlu Takut Ekspor, Bea Cukai Gresik Bimbing UMKM Lamongan

Globalisasi bisa memudahkan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar manusia, termasuk kebutuhan pangan. Namun di sisi lain globalisasi bisa pula mengancam keberlangsungan nasib petani. Dia melihat ketergantungan yang tinggi pada impor menyebabkan ketahanan nasional bangsa Indonesia sangat bergantung kepada negara lain.

[irp]

Baca juga: Antisipasi Siaga Merah, Pemkab Lamongan Aktifkan 15 Pompa Air di Pintu Kuro

Mengakhiri sambutannya, dia mengajak semua pihak untuk memiliki kesamaan cara pandang dan bahasa dalam menyikapi berbagai permasalahan. Khususnya hal-hal yang mencakup keutuhan NKRI, menjadi bagian penting yang seharusnya selalu diperhatikan.

Dalam kesempatan kali ini, Fadeli menutup acara dengan menyerahkan tujuh penghargaan Pancawarsa. Di antaranya kategori Pancawarsa VI untuk Kepala Dispora M Muhadjir, Kepsek SMKN 1 Lamongan Bambang Didik, Camat Brondong Sariono dan Utomo. Sedangkan Pancawarsa V diberikan kepada Yayuk Setia Rahayu dan Sri Utami. (bis/rtn)

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru