Gandeng Tiga Provinsi, Misi Dagang Hybrid Catat Transaksi Rp 168 Miliar

klikjatim.com
Para pemenang di ajang Misi Dagang Hybrid 2020. (Sohibul Anwar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Sejak pandemi Covid-19 melanda, untuk pertama kalinya Pemprov Jatim kembali menggelar Misi Dagang Hybrid secara offline dan online.

[irp]

Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026

Pemprov melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim kali ini bekerja sama dengan Bank Jatim serta tiga provinsi mitra yakni Sulawesi Utara, Kalimantan Timur dan Maluku.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, misi dagang ini sebagai langkah Pemprov Jatim untuk memulihkan ekonomi Jatim akibat dampak pandemi covid-19.

"Hari ini pelaksanaannya adalah Misi Dagang Hybrid yaitu online dan offline. Kita langsung membangun kemitraan dengan tiga provinsi. Alhamdulillah, sampai pukul 15.30 WIB tercatat 44 transaksi dengan nilai 168.220.650.000. Biasanya setelah ditutup juga masih berlanjut transaksi antara trader dan buyer,” ungkap Khofifah di Dyandra Convention Hall Surabaya, Kamis (24/9/2020) kemarin.

Khofifah berharap, melalui misi dagang ini tidak hanya sebagai pemulihan perekonomian saja. Namun, juga sebagai peluang untuk menemu-kenali potensi masing-masing provinsi.

Ia mencontohkan, berlimpahnya dolomit yang menjadi bahan campuran pupuk sangat dibutuhkan di perkebunan khususnya kebun sawi. Di Jatim deposit dolomit cukup besar, sementara di tiga provinsi mitra cukup banyak area kebun sawitnya, sebaliknya tiga provinsi mitra adalah penyuplai CPO yang diolah di Jatim.

Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan

Sehingga misi dagang ini menjadi media yang efektif untuk meningkatkan hubungan dagang antar provinsi dan antar wilayah. Hal ini menurutnya juga menjadi upaya untuk penguatan perekonomian di Jatim, bahkan Indonesia pada umumnya.

“Mudah-mudahan penguatan hubungan dagang antar provinsi dan antar wilayah ini  bisa menjadi pendorong pergerakan  ekonomi seiring dengan pengendalian covid-19," tambahnya.

Sementara Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman mengatakan, dukungan Bank Jatim terhadap misi dagang ini menjadi salah satu tekad dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional pada umumnya dan khususnya pertumbuhan ekonomi Jatim.

Baca juga: Khofifah Perkuat Kerja Sama Jatim-Singapura, Bidik Investasi dan Peningkatan SDM

“Per 18 September 2020 penyaluran kredit dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) sudah tersalur kepada 11.285 debitur dengan nominal Rp. 1,68 Triliun, untuk penyaluran kredit Dagulir per Agustus 2020 mencapai Rp. 100,8 Milyar, sedangkan KUM (kredit usaha mikro) Jatim Kilat per 18 September 2020 tersalur kepada 1.081 debitur dengan jumlah nominal Rp. 38,10 milyar,” papar Busrul.

Sementara itu, total ratusan peserta misi dagang berkesempatan mengikuti Misi Dagang Hybrid baik online maupun offline. Jatim diwakili 72 peserta, Kaltim diwakili 19 peserta, Maluku 18 peserta dan Sulawesi Utara dengan delapan pelaku usaha. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru