Jutaan Popok Bayi Dibuang ke Sungai Brantas, Khofifah Andalkan Ibu-ibu Muslimat

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkirakan dari total 3,2 juta popok sekali pakai, sebagian besarnya dibuang ke aliran Sungai Brantas.

Baca juga: Ekonomi Jatim Tumbuh Hampir 6 Persen dan Tertinggi Se-Jawa

[irp]

“Ini menjadi persoalan serius karena sampah popok mencemari baku air minum karena mengandung bakteri e-coli. Belum lagi bahan baku popok yang terbuat dari plastik. Plastik itu sulit diuraikan,” ujar Khofifah, Senin (21/9/2020).Ia menjabarkan, ada sekitar 43 persen atau sedikitnya 16 juta warga Jatim yang bermukim disepanjang aliran Sungai Brantas. Dan tercatat, ada 808.382 bayi berusia 0-4 tahun di 15 kabupaten/kota yang dilewati Sungai Brantas.

Sehingga, dari uraian itu Khofifah memperkirakan ada sekitar 3,2 juta popok sekali pakai yang dikonsumsi setiap harinya dan sebagian besar berpotensi dibuang ke Sungai Brantas.

"Akibatnya air di sungai Brantas semakin keruh dan saat musim kemarau terkadang berbau tidak sedap. Ini sangat disayangkan terlebih air Sungai Brantas merupakan bahan baku PDAM yang menyalurkan air bagi warga di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo," jelasnya.

Namun di sisi lain, Khofifah juga mengapresiasi Muslimat NU Surabaya yang telah berkolaborasi dengan Common Seas Indonesia untuk mengatasi sampah popok di Sungai Brantas, dengan memperkenalkan popok yang dapat digunakan kembali.

Ia menjelaskan, popok pakai ulang hasil kerjasama Muslimat NU dan Common Seas ini berbahan kain. Kendati demikian, harganya terbilang murah dan praktis. Dan, popok ini diproduksi oleh ibu-ibu Muslimat NU yang memiliki keterampilan menjahit.

“Ada 3 Kecamatan yang menjadi pilot project penggunaan popok ini. Semoga dua tahun ke depan program ini mampu mengurangi 1.350.500 popok sekali pakai yang mencemari lingkungan kita, dan ibu-ibu mampu menghemat pengeluarannya minimal Rp. 5.840.000,- dari yang kebiasaan untuk membeli popok sekali pakai," katanya.

Khofifah berharap dengan penggunaan popok pakai ulang ini nantinya akan mampu mereduksi dan menekan laju sampah popok sekali pakai di Sungai Brantas. Selain itu, adanya produk ini juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, terlebih tenaga produksinya adalah ibu-ibu. (bro)

Baca juga: Pemprov Jawa Timur Borong Tiga Penghargaan UB Halal Metric Award 2026, Gubernur Khofifah

Baca juga: Gubernur Khofifah Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru