KLIKJATIM.Com | Jember - Bupati Jember, dr. Faida MMR mengajak para petani untuk berani dalam melawan pungutan liar. Sehingga ketika ada pungli dalam pengurusan kartu tani, agar tidak takut.
[irp]
Baca juga: Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Atas Motor di Jember
"Kita lawan bersama-sama, Karena tidak ada keberkahan kalau kita membiarkan korupsi pungli berjalan. Petani sudah waktunya mendapatkan bantuan tanpa pungli," kata Faida saat membagikan kartu tani di Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Kamis, (17/9/2020).
Dijelaskan, Kartu Tani adalah program Pemerintah pusat. Di Jember, penyaluran kartu yang bermanfaat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi itu akan dituntaskan, yang jumlahnya mencapai 30 ribu lebih. Selain penyerahan Kartu Tani, pada kesempatan itu juga diserahkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS), yang merupakan program dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Baca juga: Dihantam Ombak, Pemancing Jember Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan Pantai Payangan
“Saya serahkan uang kertas seratus ribuan sebanyak dua lembar dengan amplop plastik transparan, agar penerima tahu bahwa bantuan JPS diserahkan secara tunai sebesar 200 ribu rupiah,” kata Bupati Faida.
Bupati Faida juga tidak menginginkan kejadian pada penyaluran pertama, terjadi pada penyaluran yang kedua tersebut. Pada saat itu ada seorang penerima bantuan menyatakan menerima kurang dari Rp. 200 ribu."Awalnya ada laporan bahwa ada yang tidak menerima 200 ribu. Kemudian kami tindak lanjuti, Alhamdulillah, langsung selesai,” jelasnya.
Baca juga: TPA Pakusari Penuh, Pemkab Jember Larang Sampah Organik Masuk Mulai 1 Juni 2026
Wakil Bupati Jember, KH A Muqit Arief dalam kesempatannya menyalurkan Kartu Tani di Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi. Wabup berpesan kepada petani agar menjaga persaudaraan pada masa Pilkada.
“Ini sudah memasuki kalender politik. Saya tidak mempunyai kepentingan apa-apa. Hanya saja, saya berpesan pada panjenengan semua tolong jaga persaudaraan, jaga kebersamaan, walaupun semisal ada yang sangat mendukung pada salah satu calon, tolong calon yang lain tidak perlu dijelek-jelekan, dan jangan sampai persaudaraan kita dirusak oleh agenda lima tahun sekali,”pungkasnya. (hen)
Editor : Abdus Syukur